alexametrics

Uni Afrika Desak 'Aktor' Asing Menjauh Dari Sudan

loading...
Uni Afrika Desak \Aktor\ Asing Menjauh Dari Sudan
Ketua Komisi AU, Moussa Faki Mahamat menekankan perlunya menemukan solusi yang dipimpin Sudan terhadap krisis politik yang sedang berlangsung di negara itu. Foto/Reuters
A+ A-
ADDIS ABABA - Uni Afrika (AU) mendesak para aktor asing untuk menahan diri dari campur tangan di Sudan. Desakan ini datang ditengah memburuknya situasi di negara tersebut.

Ketua Komisi AU, Moussa Faki Mahamat dalam sebuah pernyataan menekankan perlunya menemukan solusi yang dipimpin Sudan terhadap krisis politik yang sedang berlangsung di negara itu.

"AU menekankan perlunya semua aktor asing untuk menahan diri dari campur tangan, dan mendukung upaya UA untuk mendukung proses yang dimiliki dan dimiliki Sudan yang menghormati keinginan dan aspirasi rakyat Sudan, wilayah dan benua Afrika," katanya, seperti dilansir Xinhua pada Minggu (9/6).



"AU mendorong partai-partai Sudan untuk melakukan semua langkah-langkah politik dan keamanan yang diperlukan yang diperlukan untuk membuka jalan bagi dimulainya kembali perundingan dengan cepat untuk mencapai kesepakatan konsensual untuk transisi menuju pemerintahan yang dipimpin warga sipil," sambungnya.

Dia kemudian memuji kerja sama saat ini antara AU dan Otoritas Antarpemerintah untuk Pembangunan (IGAD) dalam menemukan solusi jangka panjang untuk krisis Sudan.

Terkait dengan situasi Sudan, sebelumnya kelompok demonstran utama di Sudan menyerukan kampanye "perlawanan sipil" di seluruh negara. Mereka mengatakan, aksi ini akan terus berlangsung hingga pemerintah sementara yang dipimpin militer menyerahkan tampuk kepemimpinan kepada sipil.

"Gerakan tersebut akan dimulai pada hari ini dan berakhir hanya ketika pemerintah sipil mengumumkan dirinya berkuasa di televisi pemerintah," kata Asosiasi Profesional Sudan yang memprakarsai protes yang menggulingkan Omar al-Bashir pada bulan April.
(esn)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak