alexametrics

AS Desak Sudan Hentikan Serangan Terhadap Demonstran

loading...
AS Desak Sudan Hentikan Serangan Terhadap Demonstran
Kedutaan Besar AS di Khartoum mendesak penguasa militer Sudan untuk menghentikan serangan terhadap para demonstran yang berkemah di dekat markas tentara. Foto/Istimewa
A+ A-
KHARTOUM - Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Khartoum, Sudan mendesak kepada penguasa militer Sudan untuk menghentikan serangan terhadap para demonstran yang berkemah di dekat markas tentara.

“Serangan pasukan keamanan Sudan terhadap pengunjuk rasa dan warga sipil lainnya adalah salah dan harus dihentikan. Tanggung jawab jatuh pada TMC (Dewan Militer Transisi), ”kata Kedutaan Besar AS, seperti dilansir Anadolu Agency pada Selasa (4/6).

Desakan juga disampaikan oleh Duta Besar Inggris di Khartoum, Irfan Siddiq. Dalam sebuah pernyataan di akun Twitternua, Siddiq tidak ada alasan yang bisa membenarkan serangan semacam ini.



"Sangat prihatin dengan tembakan keras yang saya dengar selama satu jam terakhir dari tempat tinggal saya dan melaporkan bahwa pasukan keamanan Sudan menyerang tempat duduk protes yang mengakibatkan korban. Tidak ada alasan untuk serangan semacam itu. Ini harus berhenti sekarang," ungkapnya.

Sebelumnya diwartakan, pasukan keamanan Sudan menyerbu sebuah kamp demonstran di Khartoum, pada Senin pagi. Laporan awal dari tim medis menyatakan sembilan orang tewas.

Insiden ini merupakan kekerasan terburuk sejak penggulingan Presiden Omar al-Bashir pada April lalu.

Rekaman video al-Hadath dan stasiun televisi Jazeera menunjukkan adegan kacau ketika orang-orang melarikan diri melalui jalan-jalan saat semburan tembakan terus-menerus berderak di udara. Orang-orang bergegas membawa orang-orang yang terkena tembakan.

Kelompok demonstran menuduh TMC berusaha membubarkan kamp dan menyebut tindakan itu sebagai pembantaian. Namun, TMC mengatakan pasukan keamanan telah menargetkan para penjahat di area yang berdekatan.

(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak