alexametrics

Jenderal Teheran: Orang AS Rasional Akan Cegah Perang dengan Iran

loading...
Jenderal Teheran: Orang AS Rasional Akan Cegah Perang dengan Iran
Pesawat-pesawat jet tempur Amerika Serikat yang siaga di atas kapal induk USS Abraham Lincoln. Foto/REUTERS
A+ A-
TEHERAN - Seorang jenderal senior militer Teheran mengatakan orang-orang dan komandan militer Amerika Serikat (AS) yang rasional akan mencegah perang dengan Iran. Komentar itu muncul ketika kapal induk dan sejumlah kapal perang Washington telah bermunculan di perairan Teluk Persia.

"Kami percaya orang Amerika yang rasional dan komandan mereka yang berpengalaman tidak akan membiarkan 'elemen radikal'-nya menuntun mereka ke dalam situasi di mana akan sangat sulit untuk keluar, dan itulah sebabnya mereka tidak akan memasuki perang," kata Brigadir Jenderal Hassan Seifi, asisten panglima militer Iran, kepada kantor berita Mehr, Sabtu (25/5/2019).

"Selama bertahun-tahun AS mampu menilai secara akurat kekuatan angkatan bersenjata kita," kata pejabat pertahanan Teheran itu. "Dan untuk alasan itu, (AS) tidak pernah mencoba menyerang Iran secara langsung."



Dia menambahkan bahwa Washington tidak akan melakukan perang terbuka terhadap Teheran karena tentara Iran akan menimbulkan kerugian besar pada pasukan Amerika dan memberikan pukulan bagi "prestise internasional" Washington.

AS telah mengerahkan tiga kapal perang lengkap dengan rudal, USS Mason, USS McFaul, dan USS Gonzalez, ke Teluk Persia. Kapal-kapal perang itu akan bergabung dengan Kelompok Tempur Kapal Induk USS Abraham Lincoln yang saat ini beroperasi di lepas pantai Oman, dekat Teluk Persia.

Penumpukan kekuatan militer di dekat perairan Iran itu bertepatan dengan laporan Pentagon yang mempertimbangkan pengerahan lebih banyak pasukan AS ke Irak, yang berbatasan langsung dengan Iran.

Hubungan antara Iran dan AS memburuk secara dramatis setelah Presiden Donald Trump pada tahun lalu secara sepihak menarik Washington keluar dari kesepakatan nuklir Iran 2015 yang bernama resmi Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA). Langkah Trump yang dilanjutkan dengan pemulihan sanksi terhadap Teheran itu dikecam negara-negara penandatangan JCPOA, termasuk sekutu terdekat AS.

Dalam perkembangan terbaru, Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk mengerahkan sekitar 1.500 tentara tambahan ke Timur Tengah. Trump mengatakan tujuan pengerahan ribuan tentara tersebut adalah untuk perlindungan terhadap pasukan Amerika Serikat yang berada di Timur Tengah.

"Kami ingin memiliki perlindungan di Timur Tengah. Kami akan mengirimkan sejumlah kecil pasukan," kata Trump, seperti dikutip Reuters.

"Saat ini, saya tidak berpikir Iran ingin bertarung. Dan saya tentu tidak berpikir mereka ingin bertarung dengan kami," ujarnya.

Pemerintahan Trump telah memberi tahu Kongres sebelumnya pada hari Jumat tentang rencana pengerahan pasukan tersebut.

Menurut salinan pemberitahuan yang diperoleh oleh kantor berita Associated Press, pasukan akan berjumlah kira-kira 1.500 dan akan dikerahkan dalam beberapa minggu mendatang."Dengan tanggung jawab utama dan kegiatan mereka bersifat defensif," bunyi pemberitahuan pemerintah Trump.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak