alexametrics

Menang Telak Pemilu India, Modi Kejutkan Oposisi

loading...
Menang Telak Pemilu India, Modi Kejutkan Oposisi
Perdana Menteri India Narendra Modi. Foto/REUTERS
A+ A-
NEW DELHI - Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi dengan partainya menang telak dalam pemilu India. Kemenangan ini mengejutkan kubu oposisi, karena mayoritas kursi parlemen direbut kubu partainya Modi yang dikenal sebagai partai nasionalis Hindu.

Kemenangan itu membuat Modi kembali berkuasa sebagai perdana menteri. Pemilu India juga memperkuat tren global kemenangan partai populis sayap kanan yang dimulai dari Amerika Serikat, Brazil dan Italia.

Data sementara dari Komisi Pemilihan Umum India menunjukkan partainya Modi; Partai Bharatiya Janata (BJP), unggul dengan meraih 302 dari 542 kursi parlemen. Perolehan kursi BJP ini naik pesat dari pemilu 2014 yang memperoleh 282 kursi.



Data perolehan suara secara dihitung pada Jumat (24/5/2019) pagi.

Modi dihujani kelopak mawar oleh ribuan pendukung yang bersorak dan menunggunya berjam-jam di markas besar BJP pada Kamis malam.

“Apa pun yang terjadi dalam pemilihan ini di masa lalu, kita harus melihat ke depan. Kami harus membawa semua orang maju, termasuk lawan kami yang paling setia," kata Modi dalam pidato yang disiarkan televisi.

Dia mengkritik banyak orang yang meragukan BJP mampu meningkatkan mayoritas perolehan kursi parlemen. "Para pakar politik India harus meninggalkan ide-ide mereka tentang masa lalu," kritiknya.

Modi telah memangkas birokrasi di negara dengan ekonomi terbesar kelima di dunia itu, meskipun beberapa perusahaan di luar negeri, termasuk Amazon, Walmart dan Mastercard, telah mengeluh tentang kebijakan yang mereka sebut dirancang untuk menguntungkan pesaing domestik.

Dia akan menghadapi tuntutan untuk menyediakan lapangan pekerjaan bagi puluhan juta anak muda India dalam beberapa tahun mendatang dan meningkatkan pendapatan sektor pertanian yang tertekan.

"Tantangan langsung adalah untuk mengatasi masalah ketenagakerjaan, masalah pendapatan pertanian dan menghidupkan kembali sektor perbankan," kata Madan Sabnavis, kepala ekonom di Care Ratings di Mumbai, seperti dikutip Reuters.

Tetapi memenuhi janji persatuan yang diumbar Modi sebelumnya akan menjadi sulit karena kampanye BJP sering memecah belah. Kelompok minoritas Muslim India juga telah menyatakan kekhawatirannya bahwa kebijakan yang bertujuan menyenangkan mayoritas Hindu dapat mengganggu mata pencaharian mereka.

Janji Modi tentang tekad kuat untuk melawan gerakan separatis di Kashmir yang mayoritas Muslim telah memicu ketegangan dengan rival nuklirnya; Pakistan, meskipun Perdana Menteri Imran Khan telah mengucapkan selamat kepada Modi atas kemenangannya.

"(Saya) menantikan bekerja dengannya untuk perdamaian, kemajuan dan kemakmuran di Asia Selatan," tulis Khan di Twitter.

Selain garis keras tentang keamanan nasional, anggota BJP akan menuntut Modi untuk merealisasikan proyek pembangunan kuil Hindu di situs masjid yang telah dihancurkan oleh kelompok fanatik Hindu di kota suci utara Ayodhya pada tahun 1992.

"Saya ingin Modi menyelesaikan terorisme dari Kashmir (dan) membuat Pakistan menggigit debu lagi dan lagi," kata Shekhar Chahal, seorang anggota BJP dari New Delhi. "Saya yakin Modi juga akan membangun kuil di Ayodhya."

Perolehan kursi parlemen oleh BJP diprediksi akan bertambah menjadi 351, sedangkan rivalnya; koalisi United Progressive Alliance diprediksi akan memperoleh 93 kursi.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak