alexametrics

Menlu Retno: DK PBB Harus Jadi 'Kunci' Perdamaian Timur Tengah

loading...
Menlu Retno: DK PBB Harus Jadi Kunci Perdamaian Timur Tengah
Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi mengatakan DKPBB harus menghasilkan langkah nyata dalam membantu menyelesaikan masalah di Timur Tengah, termasuk Palestina. Foto/Kemlu RI
A+ A-
NEW YORK - Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi mengatakan Dewan Keamanan (DK) PBB harus menghasilkan langkah nyata dalam membantu menyelesaikan masalah di Timur Tengah, termasuk Palestina. Hal itu disampaikan Retno saat memimpin pertemuan mengenai situasi Timur Tengah di DK PBB.

"Konflik berkepanjangan di Timur Tengah memiliki dampak bagi perdamaian dan stabilitas kawasan dan global. DK PBB harus dapat menghasilkan progres riil dalam penyelesaian isu Timur Tengah, khususnya Palestina," kata Retno, seperti dikutip Sindonews dari siaran pers Kementerian Luar Negeri Indonesia pada Kamis (23/5).

Dalam pertemuan itu, situasi di Palestina menjadi perhatian khusus Indonesia. Retno menyampaikan bahwa sejak pertemuan yang sama bulan Januari lalu, situasi di Timur Tengah, khususnya di Palestina bukan membaik, namun memburuk.



Retno menjabarkan, terjadinya kekerasan baru pada awal bulan Mei, ditutupnya sementara kehadiran organisasi internasional di Hebron, dan terus berkembangnya pemukiman ilegal di tanah Palestina, terus memperburuk situasi kemanusiaan di Palestina.

Pertemuan ini sendiri ditujukan untuk mendapatkan informasi mengenai situasi terkini di Timur Tengah, termasuk isu Palestina, Suriah, dan Yaman.

Melalui konferensi video, perkembangan terakhir di Timur Tengah disampaikan oleh Koordinator Khusus United Nations Special Coordinator for the Middle East Peace Process (UNSCO), Nickolay Mladenov, dan Commissioner-General United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA), Pierre Krähenbühl.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak