alexametrics

AS Duga Suriah Akan Lancarkan Serangan Senjata Kimia

loading...
AS Duga Suriah Akan Lancarkan Serangan Senjata Kimia
Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengatakan, pihaknya melihat tanda-tanda pemerintah Suriah mungkin menggunakan senjata kimia. Foto/Istimewa
A+ A-
WASHINGTON - Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengatakan, pihaknya melihat tanda-tanda pemerintah Suriah mungkin menggunakan senjata kimia. Washington juga menduga Damaskus berada di balik serangan klorin pada 19 Mei di barat laut Suriah.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Morgan Ortagus mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan informasi mengenai hal ini. Ortagus lalu mengatakan, jika terbukti Suriah berencana melakukan serangan senjata kimia, maka AS akan memberikan respon yang sangat kuat.

"Kami masih mengumpulkan informasi tentang insiden ini, tetapi kami mengulangi peringatan kami bahwa jika rezim Assad menggunakan senjata kimia, AS dan sekutu kami akan merespon dengan cepat dan tepat," ucap Ortagus, seperti dilansir Al Arabiya pada Rabu (22/5).



“Serangan yang pada 19 Mei di barat laut Suriah adalah bagian dari kampanye kekerasan oleh rezim Bashar al-Assad yang melanggar gencatan senjata yang telah melindungi beberapa juta warga sipil di wilayah Idlib yang lebih besar," sambungnya.

Dia kemudian mengatakan, serangan rezim Suriah yang baru ini telah menargetkan komunitas wilayah tersebut, yang mencakup sejumlah besar warga Suriah yang telah terlantar akibat kekerasan di bagian lain Suriah.

Ortagus menambahkan Rusia dan Assad melakukan kampanye disinformasi yang berkelanjutan untuk menciptakan narasi palsu, untuk menyalahkan orang lain atas serangan senjata kimia.

Namun faktanya jelas, rezim Assad sendiri telah melakukan hampir semua serangan senjata kimia terverifikasi yang telah terjadi di Suriah, kesimpulan yang telah dicapai PBB berulang kali," tukasnya.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak