alexametrics

RI-Suriname Sepakat Perkuat Kerjasama Ekonomi

loading...
RI-Suriname Sepakat Perkuat Kerjasama Ekonomi
Kesepakatan dicapai saat terjadi pertemuan antara Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Suriname Yldiz Deborah Pollack-Beighle. Foto/Kemlu RI
A+ A-
PARAMARIBO - Indonesia dan Suriname sepakat untuk meningkatkan kerjasama, khususnya dalam bidang ekonomi. Kesepakatan itu dicapai saat terjadi pertemuan antara Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Suriname, Yldiz Deborah Pollack-Beighle, di Paramaribo, Suriname.

Menurut keteragan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia, yang diterima Sindonews pada Selasa (21/5), kunjungan Retno ke Paramaribo ini merupakan kunjungan kerja penuh pertama Menteri Luar Negeri Indonesia ke Suriname dalam 26 tahun terakhir.

Indonesia, lanjut Retno, memiliki hubungan sejarah dan budaya yang khusus dengan Suriname. Suku bangsa dan bahasa Jawa merupakan salah satu suku bangsa dan bahasa yang hidup di Suriname.



“Dengan bekal dan hubungan sejarah dan budaya yang khusus ini, menjadi sangat alami bagi Indonesia dan Suriname untuk memperkokoh hubungan bilateral di berbagai bidang, khususnya ekonomi dan pembangunan,” ucap Retno.

Beberapa area kerja sama ekonomi yang didorong untuk diperkuat antara lain pembangunan infrastruktur, pertambangan, energi, pengembangan perbankan Syariah, dan peternakan, khususnya inseminasi buatan.

“Indonesia sampaikan ketertarikannya untuk berpartisipasi dalam proyek pembangunan infrastruktur di Suriname, termasuk proyek-proyek yang mendapat pembiayaan dari Islamic Development Bank,” ungkapnya.

Retno menyebut, upaya memanfaatkan berbagai peluang yang ada, delegasi bisnis Indonesia juga telah lakukan kunjungan ke Suriname pada bulan Maret 2019. Beberapa area kerja sama yang mendapat perhatian delegasi bisnis Indonesia antara lain di bidang pertambangan emas, pembangunan perkotaan, pembangunan solar panel untuk perumahan.

Dalam pertemuan itu, Retno juga menegaskan komitmen Indonesia untuk membantu Suriname dalam mengembangkan perbankan Syariah. Bank Indonesia telah mengirimkan tim ke Suriname guna memberikan pelatihan regulasi dan pengawasan perbankan syariah.

“Kerja sama di bidang perbankan syariah merupakan salah satu potensi kerja sama, dalam konteks ini, Bank Mandiri Syariah telah mendukung upaya peningkatan kapasitas di bidang risk management dan accounting syariah,” tukasnya.

Selain di bidang ekonomi, salah satu area yang juga menjadi perhatian kerja sama Indonesia-Suriname adalah bidang pengembangan Pusat Pelatihan Diplomatik Suriname. MoU kerja sama pelatihan dan pendidikan diplomatik telah ditandatangani Desember 2018. Pada Maret 2019, Indonesia telah mengirimkan tim guna memberikan pengalaman Indonesia dalam pengembangan pendidikan dan pelatihan diplomatik.

Keduanya juga menandatangani perjanjian bebas visa kunjungan singkat bagi pemegang paspor biasa. Perjanjian ini merupakan satu-satunya yang mencakup para pemegang paspor diplomatik, dinas, dan paspor biasa dalam satu perjanjian.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak