alexametrics

Tentara Venezuela: Kami Menunggu AS dengan Senjata di Tangan

loading...
Tentara Venezuela: Kami Menunggu AS dengan Senjata di Tangan
Presiden Venezuela Nicolas Maduro bersama personel militer melakukan apa yang disebut sebagai parade kesetiaan. Foto/Istimewa
A+ A-
CARACAS - Personel militer Venezuela turut berpartisipasi dalam apa yang disebut sebagai pawai kesetiaan bersama Presiden Nicolas Maduro. Mereka dengan lantang berteriak sedang menunggu Amerika Serikat (AS) dengan senjata di tangan mereka.

Pawai berlangsung pada hari Jumat waktu setempat selama kunjungan Maduro ke negara bagian Aragua.

"Hanya mereka yang berperang yang mempunyai. Kamu tidak akan pernah menginvasi negaraku. Dengarkan kami gringo kecil. Kami siap. Dengan senjata di tangan kami...kami sedang menunggumu," teriak personel militer Venezela selama parade menggunakan sebutan slang untuk orang AS seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (18/5/2019).



Maduro berbaris lebih dari satu mil bersama personil dan peralatan militer.

Selama parade, Maduro memberikan penghargaan kepada anggota militer yang luar biasa dan memberikan pidato, mengecam imperialisme AS.

Situasi di Venezuela telah tegang sejak Januari ketika pemimpin oposisi Juan Guaido menyatakan dirinya sebagai presiden sementara. Washington dan sekutunya mendukung Guaido dan meminta Maduro untuk mundur. Selain itu, AS menyita aset minyak Venezuela bernilai miliaran dolar. Para pejabat AS juga berulang kali menyatakan bahwa semua opsi tetap berada di atas meja sehubungan dengan krisis Venezuela, termasuk aksi militer.

Maduro, pada gilirannya, menuduh AS berusaha mengatur kudeta untuk menjadikan Guaido sebagai bonekanya dan mengambil alih sumber daya alam Venezuela.

Rusia, China, Kuba, Bolivia, Turki, dan sejumlah negara lain telah menyuarakan dukungan mereka untuk Maduro sebagai satu-satunya presiden Venezuela yang sah.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak