alexametrics

AS Gerebek Kedubes Venezuela, Maduro: Tindakan Brutal!

loading...
AS Gerebek Kedubes Venezuela, Maduro: Tindakan Brutal!
Agen-agen federal AS menggerebek dan menangkap para aktifis yang menduduki Kedubes Venezuela. Foto/Istimewa
A+ A-
CARACAS - Presiden Nicolas Maduro tidak mengakui penyerbuan kedutaan Venezuela oleh petugas kepolisian Amerika Serikat (AS). Menurutnya itu adalah tindakan brutal yang melanggar hukum internasional.

"AS telah menggerebek tempat kedutaan besar Venezuela di Washington...tindakan brutal terhadap hukum internasional dan kurangnya rasa hormat terhadap kedutaan besar di dunia," kata Maduro seperti dikutip dari Telesur, Jumat (17/5/2019).

Kepala negara Venezuela itu mengatakan dia telah memberikan instruksi untuk membawa pengaduan atas peristiwa ini kepada otoritas tertinggi dan mengharapkan negara-negara anggota PBB untuk membuat deklarasi terhadap pelanggaran ini.



"Saya telah memberi tahu Menteri Luar Negeri kita Jorge Arreaza, bahwa kita harus membawa pengaduan ke tingkat tertinggi dan bahwa sistem PBB seharusnya segera memutuskan daripada pelanggaran serius terhadap Kedutaan Besar Venezuela di AS," ujarnya.

Pada catatan lain, dia mendesak pemerintah AS untuk menghormati hak asasi manusia para aktivis yang berada di dalam markas diplomatik selama 36 hari dengan otoritas pejabat Venezuela.

Aktivis telah mempertahankan gedung Kedutaan Besar Venezuela sejak kedua pemerintah memutuskan hubungan diplomatik. Namun, otoritas AS dan oposisi Venezuela berusaha memutus layanan listrik dan air ke gedung itu, serta mencegah makanan masuk dengan mengepung tempat itu setiap hari.

Puncaknya adalah melakukan penggerebekan dan menangkap para aktivis pada Kamis waktu setempat. Ini membuka jalan untuk menyerahkan komplesk diplomatik itu kepada utusan pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak