alexametrics

SpaceX Segera Luncurkan Satelit Starlink untuk Layanan Internet

loading...
SpaceX Segera Luncurkan Satelit Starlink untuk Layanan Internet
SpaceX Segera Luncurkan Satelit Starlink untuk Layanan Internet
A+ A-
CAPE CANAVERAL - SpaceX akan segera meluncurkan 60 satelit pertama untuk layanan internet dari angkasa, Starlink. Peluncuran itu awalnya diagendakan pada Rabu (15/5) malam menggunakan roket Falcon 9 namun hembusan angin yang terlalu kencang di atas lokasi peluncuran Florida menunda rencana itu. Misi peluncuran itu bertujuan menempatkan tahap pertama jaringan internet global berbasis angkasa ke orbit rendah bumi.

Peluncuran dijadwalkan ulang pada pukul 10.30 malam pada Kamis (16/5) dari Stasiun Angkatan Udara Cape Canaveral. Miliarder pendiri SpaceX Elon Musk menjelaskan, dia memuji kebaikan ambisinya untuk memperluas konektivitas internet secara global, tapi dia memperingatkan belum ada jaminan atas keberhasilan untuk misi ini.

Musk menjelaskan, dia berharap pendapatan dari layanan peluncuran roket yang disediakan Space Exploration Technologies atau SpaceX akan mencapai sekitar USD3 miliar per tahun. Itu menjadikan Starlink sebagai kunci menghasilkan uang yang diperlukan SpaceX untuk mendanai mimpi Musk yang lebih besar, yakni mengembangkan pesawat antariksa baru yang dapat menerbangkan para konsumen ke bulan dan mencoba menciptakan koloni di Mars.



“Kami pikir ini batu pijakan kunci untuk mendirikan kota yang dapat menopang dirinya sendiri di Mars dan pangkalan di bulan,” kata Musk yang juga Chief Executive Officer (CEO) Tesla Inc. Setiap satelit yang diluncurkan dalam gelombang pertama Starlink berbobot 227 kg sehingga ini menjadi muatan terbesar yang dibawa SpaceX ke antariksa.

Dibutuhkan sedikitnya 12 peluncuran satelit tambahan untuk mencapai target Musk menyediakan jangkauan internet yang stabil bagi penduduk bumi. Starlink saat ini hanya mendapat izin untuk operasional di Amerika Serikat (AS). Musk menghadapi persaingan ketat. Pada Februari, OneWeb yang didukung Airbus SE meluncurkan satelit-satelitnya sendiri, sementara LeoSat Enterprises dan Telesat dari Kanada juga bekerja untuk membangun jaringan data.

Semua terdiri atas satelit-satelit kecil yang berada di orbit terdekat bumi, berbeda dengan satelit komunikasi umumnya. Perubahan radikal ini dimungkinkan oleh kemajuan dalam teknologi laser dan chip komputer. Musk juga telah menghadapi sejumlah tantangan. Frustrasi dengan pengembangan satelit-satelit Starlink, dia memecat sekitar tujuh anggota tim manajemen senior program tersebut di kampus Redmond, Washington, pinggiran Seattle.

Musk menjelaskan, SpaceX memiliki modal yang cukup untuk membuat Starlink dapat beroperasi, tapi berpotensi membutuhkan tambahan dana jika berbagai hal berjalan tak sesuai rencana. “Ini salah satu proyek engineering terberat yang saya pernah lakukan,” ujar dia. Dia menjelaskan, SpaceX akan mulai mendekati para konsumen pada akhir tahun ini atau tahun depan.

Sebanyak 2.000 satelit akan diluncurkan per tahun, menurut dia. SpaceX berencana menempatkan sebanyak 12.000 satelit di orbit seperti yang dijelaskan sebelumnya. Musk dikenal dengan ambisinya membawa manusia ke planet Mars. Dalam beberapa kesempatan, dia mengungkapkan visi tersebut. “Kami sedang membangun kapal antarplanet. Saya kira kami akan mampu melakukan penerbangan jarak dekat, yakni penerbangan naik-turun selama enam bulan, tahun depan,” ujar Musk beberapa waktu lalu.

Sistem roket BFR SpaceX dapat digunakan berulang-ulang. Biaya penerbangannya lebih rendah daripada biaya Falcon 1 yang mencapai USD5–6 juta. Musk juga berharap BFR dapat digunakan dalam dunia penerbangan untuk memangkas waktu perjalanan antarbenua dari berjam-jam menjadi bermenit-menit.

BFR akan melakukan pendaratan di Mars pada 2022 dengan misi pengiriman barang. Misi itu merupakan bagian pertama dari empat tahapan yang akan dilalui SpaceX sebelum mengolonisasi Planet Merah. Sekitar dua tahun lalu, Musk berharap dapat mengirimkan sekitar satu juta manusia untuk memulai kehidupan baru di Mars.

“Kami ingin memastikan ada cukup penanaman bibit peradaban di suatu tempat untuk melanjutkan peradaban manusia jika terjadi perang nuklir. Saya kira atas hal itu, penting bagi kita memiliki markas berkelanjutan yang idealnya didirikan di Mars, karena sepertinya Mars lebih dapat dihuni dibandingkan bulan,” kata Musk
(don)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak