alexametrics

Bawa Bom Palsu ke Parlemen, Dua Gerilyawan Dicokok Polisi Turki

loading...
Bawa Bom Palsu ke Parlemen, Dua Gerilyawan Dicokok Polisi Turki
Foto/Ilustrasi/Istimewa
A+ A-
ANKARA - Kepolisian Turki menahan dua tersangka gerilyawan sayap kiri yang mencoba memasuki parlemen negara itu dengan benda tajam dan alat peledak palsu.

Direktur Komunikasi Kepresidenan Turki, Fahrettin Altun, mengatakan dalam sebuah tweet bahwa para tersangka diidentifikasi sebagai anggota Partai Front Pembebasan Rakyat Revolusioner, juga dikenal sebagai DHKP-C, yang dilarang.

Dia menyebut upaya mereka sebagai tindakan teroris melawan kehendak dan perdamaian bangsa. "Koneksi internal dan eksternal mereka akan terungkap dan mempertanggungjawabkan," kata Altun seperti dikutip dari ABC News.go, Kamis (15/5/2019).



Kantor berita Anadolu yang dikelola pemerintah mengatakan para tersangka - seorang wanita dan seorang pria - tiba di gedung parlemen pada hari Selasa. Mereka mencoba menyandera para pejabat keamanan sebelum mereka dilumpuhkan.

"Para tersangka membawa benda-benda tajam dan benda yang dibuat agar terlihat seperti bom," lapor Anadolu.

DHKP-C dianggap sebagai organisasi teror oleh Turki, AS, dan Uni Eropa.

Kelompok ini bertanggung jawab atas serangkaian pembunuhan dan pemboman di Turki, termasuk serangan bom bunuh diri 2013 di Kedutaan Besar AS di Ankara.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak