alexametrics

Jenderal Inggris Bantah Laporan AS: Tidak Ada Ancaman dari Iran

loading...
Jenderal Inggris Bantah Laporan AS: Tidak Ada Ancaman dari Iran
Jenderal asal Inggris mengatakan tidak ada ancaman yang meningkat dari pasukan yang didukung Iran di Iran atau Suriah. Foto/Ilustrasi/Istimewa
A+ A-
BAGHDAD - Seorang jenderal asal Inggris dalam koalisi melawan ISIS yang dipimpin Amerika Serikat (AS) mengatakan tidak ada ancaman yang meningkat dari pasukan yang didukung Iran di Iran atau Suriah. Pernyataan ini bertentangan dengan pernyataan AS yang digunakan untuk membenarkan penumpukan militer di Timur Tengah.

"Tidak - tidak ada ancaman yang meningkat dari pasukan yang didukung Iran di Irak dan Suriah," kata Mayor Jenderal Christopher Ghika dalam konferensi video langsung dari Baghdad ke Pentagon.

"Kami menyadari keberadaan itu, jelas. Dan kami memantau mereka bersama dengan jajaran lainnya karena itu adalah lingkungan tempat kami berada. Kami memantau kelompok-kelompok milisi Syiah. Saya pikir Anda merujuk dengan hati-hati dan jika tingkat ancaman tampaknya naik maka kami akan meningkatkan langkah-langkah perlindungan pasukan kami," imbuhnya seperti dikutip dari The Guardian, Rabu (15/5/2019).



Mayor Jenderal Christopher Ghika, yang adalah wakil komandan Operation Inherent Resolve (OIR), koalisi yang melakukan operasi kontra-teroris terhadap ISIS di Irak dan Suriah. Ia berulang kali ditanyai oleh wartawan tentang ancaman milisi Syiah di Suriah dan Irak, yang dikutip oleh para pejabat AS selama sepekan terakhir sebagai pembenaran untuk mempercepat penyebaran kelompok tempur kapal induk di Teluk dan mengirim pesawat pembom B-52 Stratofortress serta baterai rudal anti-pesawat ke wilayah tersebut.

Para pejabat AS mengatakan ada bukti jelas bahwa Iran sedang membangun kesiapan tempur pasukan proxy dan menyiapkan mereka untuk menyerang pasukan AS di wilayah tersebut. Milisi Syiah di Irak dikenal sebagai Pasukan Mobilisasi Populer (PMF), dan memiliki ikatan kekuatan yang berbeda-beda ke Iran.

"Kami tidak melihat perubahan pada postur atau posisi PMF. Dan tentu saja PMF adalah moniker untuk kelompok yang sangat luas. Jadi saya pikir penting untuk mengatakan bahwa banyak dari mereka yang patuh dan kami tidak melihat perubahan pada postur itu sejak pertukaran baru-baru ini antara Amerika Serikat dan Iran. Dan kami berharap dan percaya itu akan berlanjut," tutur Ghika.

Ghika menekankan bahwa misi koalisi secara khusus difokuskan pada mengalahkan sisa-sisa ISIS dan tidak untuk menghadapi Iran. Tetapi ia menambahkan bahwa masalah perlindungan pasukan telah ditinjau dalam peristiwa minggu terakhir atau lebih.

"Apakah aku khawatir tentang bahayanya? Tidak, tidak juga,” tukas Ghika.

Namun pernyataan Ghika ini kemudian dibantah beberapa jam kemudian oleh Komando Pusat AS (CENTCOM), yang wilayah operasinya meliputi Timur Tengah dan Afghanistan.

"Komentar yang baru-baru ini dikeluarkan oleh Wakil Komandan OIR bertentangan dengan ancaman kredibel yang diidentifikasi tersedia untuk intelijen dari AS dan sekutu mengenai pasukan yang didukung Iran di kawasan itu," kata CENTCOM.

“Komando Pusat AS, berkoordinasi dengan OIR, telah meningkatkan tingkat postur pasukan untuk semua anggota layanan yang ditugaskan untuk OIR di Irak dan Suriah. Sebagai hasilnya, OIR sekarang berada pada tingkat siaga tinggi karena kami terus memonitor secara dekat ancaman yang dapat dipercaya dan mungkin akan segera terjadi terhadap pasukan AS di Irak,” imbuh CENTCOM.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak