alexametrics

Presiden Trump Peringatkan China Tak Balas Kenaikan Tarif

loading...
Presiden Trump Peringatkan China Tak Balas Kenaikan Tarif
Presiden Trump Peringatkan China Tak Balas Kenaikan Tarif
A+ A-
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan Beijing agar tak membalas tindakan Washington menaikkan tarif pada produk dari China. Pernyataan Trump itu muncul setelah China menegaskan tak akan menyerah pada tekanan luar.

Perang dagang antara dua kekuatan ekonomi terbesar di dunia itu memanas sejak Jumat (10/5) saat Trump menaikkan tarif untuk barang-barang China senilai USD200 miliar. Menurut Trump, China mengingkari komitmen awal yang dibuat selama beberapa bulan negosiasi.

China berjanji merespons tarif terbaru AS. “Untuk lebih rinci, tolong terus memberi perhatian. Menirukan ekspresi AS, tunggu dan lihat,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China Geng Shuang, kemarin.



Trump memperingatkan China agar tidak memperburuk konflik dagang dan mendesak para pemimpinnya terus bekerja mencapai kesepakatan. “China tidak boleh membalas hingga tambah buruk,” tweet Trump.

“Saya katakan terbuka pada Presiden Xi dan semua banyak teman saya di China bahwa China akan terluka sangat parah jika Anda tidak membuat kesepakatan karena perusahaan-perusahaan akan dipaksa meninggalkan China untuk negara lain,” tweet Trump.

Bursa global anjlok kemarin saat harapan kesepakatan dagang telah sirna. Trump pekan lalu juga memerintahkan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer mulai menerapkan tarif pada seluruh produk impor lainnya dari China, langkah yang dapat memengaruhi barang-barang senilai USD300 miliar.

Ditanya tentang ancaman AS itu, Geng menyatakan, “Kami telah katakan beberapa kali bahwa menambahkan tarif tidak akan menyelesaikan masalah apapun. Kami telah yakin dan mampu melindungi hak legal dan sah kami.”

Media China menegaskan kembali bahwa pintu perundingan tetap terbuka, tapi pemerintah akan membela kepentingan dan martabatnya. Televisi nasional China menyatakan dampak ekonomi China akibat tarif AS bisa dikontrol seluruhnya. “Ini bukan masalah besar. China mengubah krisis menjadi peluang dan menggunakan ini untuk menguji kemampuannya, untuk membuat negara semakin kuat,” kata laporan televisi China.

Sebelum perundingan tingkat tinggi pekan lalu di Washington, China mencoba menghapus sejumlah komitmen dari draf kesepakatan bahwa hukum China akan diubah untuk menerapkan kebijakan baru dalam berbagai isu dari perlindungan kekayaan intelektual hingga memaksakan transfer teknologi.
(don)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak