alexametrics

Macron: AS Bertanggung Jika Iran Keluar dari Perjanjian Nuklir

loading...
Macron: AS Bertanggung Jika Iran Keluar dari Perjanjian Nuklir
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan AS akan bertanggung jawab jika Iran keluar dari perjanjian nuklir 2015. Foto/Istimewa
A+ A-
SIBIU - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan Amerika Serikat (AS) akan bertanggung jawab jika pemerintah Iran keluar dari perjanjian nuklir 2015. Hal itu diungkapkannya di sebuah konferensi pers setelah KTT informal para pemimpin Uni Eropa di kota Sibiu, Rumania.

"Pertama, Iran tidak menarik perjanjian ini. Kedua, jika Iran menarik diri dari perjanjian ini, itu akan menjadi tanggung jawab Amerika Serikat. Kami tidak akan mencampuradukkan peran dan mengatakan itu adalah orang Eropa," kata pemimpin Prancis itu seperti dikutip dari Sputnik, Jumat (10/5/2019).

Pernyataan Macron itu menyusul pengumuman Kementerian Luar Negeri Rusia yang menyatakan AS harus menghentikan segala kegiatan yang menghambat kerja sama politik dan ekonomi negara-negara lain dengan Iran.



Pernyataan ini dibuat tak lama setelah kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Federica Mogherini, mencatat bahwa Uni Eropa tetap berkomitmen untuk pelaksanaan Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), kesepakatan nuklir yang ditandatangani dengan Iran pada 2015, selama Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengonfirmasi bahwa Teheran bertindak sesuai dengan kesepakatan.

Setahun setelah penarikan AS dari perjanjian nuklir Iran, Teheran mengumumkan bahwa mereka telah menghentikan sebagian komitmennya di bawah kesepakatan. Iran juga memberi Eropa waktu 60 hari untuk memastikan kepentingan Teheran dilindungi berdasarkan perjanjian. Jika tidak, Teheran siap untuk mengambil langkah lebih lanjut untuk menghapus JCPOA.

Baca juga: Iran Beri Waktu 60 hari untuk Ketentuan Kesepakatan Nuklir Baru

Pada hari yang sama, Presiden AS Donald Trump menjatuhkan sanksi pada logam Iran termasuk besi, baja, aluminium dan tembaga.

Baca juga: Trump Tampar Iran dengan Sanksi Baru

Pada 8 Mei 2018, Trump mengumumkan keputusannya untuk menarik diri dari perjanjian nuklir Iran 2015 dan mengembalikan sanksi luas terhadap Teheran, termasuk sanksi sekunder yang menargetkan bisnis dan lembaga keuangan negara yang memiliki hubungan komersial dengan Republik Islam.

Iran, China, Jerman, Prancis, Rusia, Inggris, dan UE menegaskan kembali komitmen mereka terhadap kesepakatan itu setelah Amerika Serikat keluar.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak