alexametrics

Jaringan Teroris Bom Paskah Sri Lanka Telah Ditangkap

loading...
Jaringan Teroris Bom Paskah Sri Lanka Telah Ditangkap
Pemakaman para korbang serangan bom Minggu Paskah di Sri Lanka. Foto/Istimewa
A+ A-
KOLOMBO - Pasukan keamanan Sri Lanka telah menangkap semua yang terkait langsung dengan serangan bom Minggu Paskah pada 21 April lalu. Hal itu diungkapkan oleh Penjabat Kepala Polisi Sri Lanka Chandana Wickramaratne mengatakan dalam sebuah pernyataan khusus.

Wickramaratne mengatakan polisi telah mengidentifikasi semua yang terlibat dalam serangan teror dan banyak dari mereka melakukan bunuh diri ketika pasukan keamanan berusaha menangkapnya. Dua ahli bom yang terlibat dalam serangan teroris juga tewas.

Ia juga mengatakan bahwa pasukan Sri Lanka telah menyita semua bahan peledak serta bom yang telah disimpan untuk serangan lanjutan.



"Kami meminta masyarakat untuk melanjutkan kegiatan sehari-hari mereka tanpa rasa takut. Operasi pencarian akan terus berlanjut di seluruh pulau, tetapi semua yang terlibat langsung dalam serangan itu telah ditangkap atau mati. Pasukan keamanan akan terus memberikan keamanan kepada semua warga negaranya," katanya seperti dilansir dari Xinhua, Rabu (8/5/2019).

Lebih jauh Wickramaratne mengatakan bahwa keamanan yang ketat akan tetap ada di tempat-tempat ibadah dan pasukan keamanan juga melakukan program untuk menciptakan kesadaran tentang keselamatan dan keamanan di semua sekolah.

Lebih dari 250 orang tewas dan lebih dari 500 lainnya terluka dalam ledakan Minggu Paskah yang menargetkan tiga gereja dan tiga hotel mewah pada 21 April lalu.

Pihak berwenang awalnya menyalahkan serangan Minggu Paskah, yang menargetkan tiga hotel dan tiga gereja, kepada seorang militan lokal bernama Mohammed Zahran dan pengikutnya. Kemudian kelompok ISIS pada 23 April merilis gambar-gambar Zahran dan pelaku lainnya yang berjanji setia kepada al-Baghdadi.

Baca juga: Klaim Pemboman di Sri Lanka, ISIS Rilis Foto Para Pelaku
(ian)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak