alexametrics

Pria Mesir Panjat Piramida Giza, Lempari Petugas Keamanan dengan Batu

loading...
Pria Mesir Panjat Piramida Giza, Lempari Petugas Keamanan dengan Batu
Pria Mesir memanjat Piramida Giza dan melempari petugas keamanan dengan batu. Foto/Istimewa
A+ A-
KAIRO - Seorang pria Mesir naik ke puncak Piramida Giza, memindahkan bagian-bagian tiang kayu yang digunakan untuk mengukur ketinggian sebenarnya piramida yang dibangun pada akhir abad ke-19 dan melemparkan batu ke pasukan keamanan. Hal itu diungkapkan oleh seorang pejabat Mesir.

Sekretaris Jenderal Dewan Tertinggi Purbakala Mesir, Mostafa Waziri mengatakan pria itu, yang belum diidentifikasi, mendekati piramida Khufu pada Rabu lalu sebagai pengunjung biasa.

"Pasukan keamanan yang ditempatkan di daerah itu mengejarnya ketika dia mulai memanjat ... mereka berusaha mencegahnya melakukan hal itu, tetapi dia menanggapinya dengan melemparkan batu-batu yang tersebar ke arah mereka," kata Waziri kepada saluran televisi Mesir Al-Hayat.



"Tanpa alasan yang jelas, dia melepaskan sebagian tiang kayu yang diletakkan di atas untuk menunjukkan kepada pengunjung ketinggian asli piramida dan melemparkannya," imbuhnya seperti dikutip dari ABC News, Jumat (3/5/2019).

Sebuah video yang beredar di media sosial konon menunjukkan pria itu berdiri di atas piramida, melempar apa yang tampak sebagai proyektil.

Dia akhirnya ditangkap dan dibawa ke penuntutan, Waziri menambahkan, meskipun belum jelas apakah ada tuduhan yang akan diajukan terhadapnya.

Pendakian piramida tidak secara eksplisit dilarang, meskipun pendaki dapat berhadapan dengan beberapa elemen hukum undang-undang barang antik.

Pada Desember tahun lalu, pasangan Denmark memicu kemarahan di negara mayoritas Muslim yang konservatif itu setelah berpose untuk foto telanjang di atas Piramida Agung Giza.

Baca juga: Video Pasangan Bercinta di Piramida Picu Kemarahan Publik Mesir
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak