alexametrics

Prancis Cek Keaslian Video Kemunculan Pemimpin ISIS al-Baghdadi

loading...
Prancis Cek Keaslian Video Kemunculan Pemimpin ISIS al-Baghdadi
Cuplikan video ISIS yang menunjukkan pemimpinnya, Abu Bakr al-Baghdadi. Foto/Al Furqan Media Network/Reuters TV via REUTERS
A+ A-
PARIS - Badan intelijen Prancis sedang memeriksa keaslian sebuah video yang menurut Islamic State atau ISIS menunjukkan pemimpinnya Abu Bakr al-Baghdadi. Jika video tersebut asli, maka itu akan memperkuat fakta bahwa kelompok radikal tersebut masih aktif.

"Video al-Baghdadi—khalifah tanpa kekhalifahan—harus dipertimbangkan dengan hati-hati pada tahap ini. Layanan Perancis menganalisanya," tulis Menteri Pertahanan Prancis Florence Parly di Twitter.

"Jika video ini asli, hal itu menegaskan apa yang telah kami ulangi; Daesh (Islamic State) tidak memiliki wilayah, tetapi Daesh belum menghilang," lanjut Parly yang dikutip Reuters, Rabu (1/5/2019).



Seperti diberitakan sebelumnya, al-Baghdadi muncul dalam sebuah pesan video terbaru kelompok ISIS. Video itu menjadi kemunculan pertama kalinya dalam lima tahun terakhir dari sosok misterius tersebut.

Dalam video itu, al-Baghdadi terlihat mengenakan pakaian kasual dan duduk di samping sebuah senapan serbu. "Pertempuran untuk Baghouz telah berakhir," katanya merujuk pada kota terakhir yang dikuasai ISIS di Suriah timur.

Pasukan Demokratik Suriah (SDF) membebaskan Baghouz dari ISIS pada akhir Maret lalu, yang sekaligus menandai runtuhnya "kekhalifahan" ISIS.

Masih menurut video tersebut Baghdadi memuji aksi pemboman di Sri Lanka yang menewaskan lebih dari 250 orang dan melukai sekitar 500 orang lainnya pada 21 April lalu.

Video dirilis media propaganda ISIS, al-Furqan, pada hari Senin. Jika asli, video itu akan menjadi kemunculan al-Baghdadi untuk pertama kalinya sejak Juli 2014, yakni ketika dia berpidato di Masjid Agung Mosul dengan memproklamirkan dirinya sebagai khalifah.
(mas)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak