alexametrics

Sri Lanka Peringatkan Kemungkinan Adanya Serangan Bom Susulan

loading...
Sri Lanka Peringatkan Kemungkinan Adanya Serangan Bom Susulan
Pemerintah Sri Lanka memperingatkan kemungkinan adanya serangan bom susulan. Foto/Istimewa
A+ A-
KOLOMBO - Pemerintah Sri Lanka dilaporkan mengeluarkan peringatan akan kemungkinan adanya serangan bom susulan. Hal itu diungkapkan oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) melalui akun Twitternya.

"Pemerintah Sri Lanka melaporkan kemungkinan adanya serangan susulan yang menargetkan tempat-tempat ibadah. Hindari daerah-daerah itu selama akhir pekan, mulai besok 26 April hingga Minggu 28 April. Tetap waspada dan hindari kerumunan besar," bunyi tweet Kedutaan Besar AS seperti dikutip dari CBS News, Kamis (25/4/2019).

Seorang Pastor Katolik senior mengatakan kepada AFP bahwa semua layanan publik ditangguhkan dan semua gereja ditutup atas saran pasukan keamanan. Meski begitu, layanan pribadi untuk penguburan masih akan dilakukan.



Sementara itu menteri pemerintah untuk urusan agama Muslim, Abdul Haleem Mohamed Hasheem, meminta umat Islam di negara itu untuk menghindari masjid pada hari Jumat.

"Sebagai tanda solidaritas dengan Komunitas Katolik dan unjuk rasa menentang tindakan biadab dari para teroris yang kejam, saya menghimbau saudara-saudara Muslim saya menghindari berkumpul untuk sholat berjamaah besok (Jumat), tetapi untuk salat di rumah, bagi perdamaian dan keamanan Tanah Air kita," katanya dalam sebuah surat yang didistribusikan melalui kelompok-kelompok komunitas Muslim.

Perkembangan terbaru menyebutkan pihak kepolisian setempat meminta bantuan publik untuk menangkap dua tersangka lain. Keduanya adalah seorang pria dan wanita muda. Foto keduanya diunggah ke akun Twitter kepolisian Sri Lanka.

Pasukan keamanan menangkap 16 tersangka sehubungan dengan serangan itu dalam operasi penangkapan terbaru. Polisi sejauh ini telah menangkap 75 orang. Mereka juga menyita granat, pedang dan senjata lainnya di Ibu Kota Kolombo ketika pemerintah menghadapi tekanan yang meningkat terkait kegagalannya untuk bertindak atas peringatan intelijen tentang kemungkinan pemboman.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak