alexametrics

Gelar Latihan Udara Bersama AS, Korut Anggap Korsel Berkhianat

loading...
Gelar Latihan Udara Bersama AS, Korut Anggap Korsel Berkhianat
Korut kecam latihan udara bersama Korsel-AS. Foto/Istimewa
A+ A-
SEOUL - Korea Utara (Korut) mengecam Korea Selatan (Korsel) karena menggelar latihan udara bersama dengan Amerika Serikat (AS). Kecaman itu disampaikan oleh media pemerintah Korut ditengah pertemuan puncak antara Pemimpin negara itu Kim Jong-un dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Rusia.

Menurut Komite untuk Reunifikasi Damai Negara (CPRC) latihan itu merupakan tantangan langsung terhadap Deklarasi Panmunjom dan Deklarasi Bersama Pyongyang. CPRC adalah sebuah badan Korut yang mempromosikan penyatuan kembali kedua Korea.

Kedua deklarasi itu diumumkan pada tahun 2018 setelah pertemuan puncak kedua negara Korea untuk denuklirisasi Korut, kesepakatan damai secara resmi untuk mengakhiri Perang Korea dan meluncurkan serangkaian inisiatif kerja sama.



"Ini adalah pelanggaran terbuka terhadap perjanjian di bidang militer di mana Korea Utara dan Korea Selatan berkomitmen untuk melakukan upaya bersama guna meredakan ketegangan militer dan menghilangkan permusuhan," kata kantor berita Korut, KCNA, mengutip pernyataan itu yang dilansir dari Anadolu, Kamis (25/4/2019).

Pada hari Senin, Korsel dan AS meluncurkan latihan militer udara bersama selama dua minggu di sekitar Semenanjung Korea. Ini adalah latihan skala besar dari latihan besar-besaran bertajuk Max Thunder. Hampir 28.000 tentara AS telah berbasis di Semenanjung Korea sejak 1950-an.

"Tindakan pengkhianatan pihak Korea Selatan sangat mengecewakan kami, karena mereka, jauh dari upaya untuk mempertahankan perdamaian, rekonsiliasi, dan kerja sama yang berharga, telah melawan tren menuju rekonsiliasi di semenanjung yang Korea Utara dan Korea Selatan pupuk oleh upaya bersama mereka selama satu tahun terakhir," kata CPRC.

Pyongyang menyerukan kepada pihak berwenang Korsel untuk berperilaku dengan hati-hati, mengingat bahwa pengkhianatan terbuka ini dapat berisiko pada keseluruhan hubungan bilateral kedua negara yang tengah dibangun.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak