alexametrics

Jual Informasi ke AS, Korut Dilaporkan Eksekusi Empat Pejabat

loading...
Jual Informasi ke AS, Korut Dilaporkan Eksekusi Empat Pejabat
Pemimpin Korut Kim Jong-un dilaporkan mengeksekusi empat pejabat setelah pertemuannya dengan Presiden AS Donald Trump di Hanoi, Vietnam, gagal mencapai kesepakatan. Foto/Istimewa
A+ A-
SEOUL - Korea Utara (Korut) dilaporkan mengeksekusi empat pejabat dari Kementerian Luar Negerinya (Kemlu) setelah pertemuan puncak Kim Jong-un dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berujung pada kegagalan.

Empat pejabat Kemlu itu dituduh telah menjual informasi kepada AS sebelum pertemuan di Hanoi, Vietnam, yang menyebabkan pertemuan itu berakhir tanpa kesepakatan. Mereka kemudian dieksekusi dengan cara ditembak mati, menurut desas-desus, termasuk dikatakan oleh seorang diplomat dari kedutaan Korut di Hanoi, Vietnam.

Media Jepang, Asia Press, menurunkan laporan itu setelah reporternya berbicara dengan pejabat perdagangan. Pembicaraan tersebut terjadi ketika mereka melakukan perjalanan ke Pyongyang dari China pada pertengahan April lalu.



Sebuah sumber yang tinggal dekat perbatasan mengatakan kepada kantor berita itu bahwa empat pejabat dieksekusi di Pyongyang pada awal April ini karena membocorkan informasi.

Desas desus itu mengatakan eksekusi disaksikan langsung oleh anggota Partai Buruh Korea yang berkuasa dan Tentara Rakyat Korea.

Sumber itu mengatakan kepada Asia Press bahwa para pejabat itu dituduh menjual informasi kepada pemerintah AS sebelum Kim Jong-un (35) dan Trump (72) bertemu di Hanoi pada akhir Februari seperti dikutip dari Mirror, Kamis (25/4/2019).

Bagi AS, pembicaraan itu bertujuan untuk mencapai denuklirisasi di Semenanjung Korea, sementara Korut berusaha untuk mencabut sanksi yang melumpuhkan. Namun pembicaraan tiba-tiba terhenti dan tidak ada tujuan yang tercapai.

Menurut rumor itu, para pejabat yang dieksekusi disalahkan atas kegagalan KTT tersebut. Namun ada spekulasi bahwa klaim itu dibuat dalam upaya untuk mengalihkan tanggung jawab atas kegagalan Kim Jong-un dan pejabat yang diduga mengkhianati diktator muda Korut itu.

Namun Asia Press mengatakan klaim eksekusi tersebut tampaknya belum bisa diverifikasi.

Verifikasi sebuah informasi di luar Korut sangat sulit mengingat kerahasiaan negara itu dan medianya dikendalikan oleh negara. Komunikasi dengan dunia luar sangat terbatas, dan hukuman bagi siapa pun yang tertangkap membagikan informasi bisa sangat berat.

Ada juga laporan yang menyatakan Kim Jong-un telah menurunkan pangkat saudara perempuannya dan mencopot tangan kanannya setelah pertemuan puncak yang gagal itu.

Beberapa hari setelah pertemuan itu, Jong-un mengadakan sesi Majelis Rakyat Tertinggi di mana dia memperingatkan bahwa hubungan dengan AS akan tetap "bermusuhan" sampai sanksi yang melumpuhkan dicabut serta AS dan Korea Selatan (Korsel) mengakhiri latihan perang di dekat perbatasan.

Setelah pertemuan itu, Kim mungkin telah menurunkan pangkat adiknya, Kim Yo-jong.

Menurut laporan tersebut, wanita yang dianggap paling kuat di Korut itu mungkin telah dikeluarkan dari Politbironya. Kim Yo-jong ikut dalam delegasi pertemuan Kim Jong-un dengan Trump dan muncul di Olimpiade Musim Dingin tahun lalu.

Namun, desas desus itu tampaknya gugur setelah Yo-jong ikut bergabung dengan Kim Jong-un di Rusia untuk pertemuan dengan Presiden Vladimir Putin hari ini.

Muncul pula laporan jika tangan kanan Kim Jong-un, Kim Yong-chol, telah dicopot dari jabatannya, seperti yang dilaporkan kantor berita Korsel Yonhap.

Yong-chol telah menjadi kepala Departemen Front Bersatu, aparatus Partai Buruh yang menangani hubungan dengan Korsel dan AS. Ia tampil menonjol di KTT Hanoi dan telah mengunjungi Gedung Putih pada bulan Januari untuk bertemu Trump serta rekannya dari AS, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak