alexametrics

Pompeo Yakin Serangan Sri Lanka Dilakukan Simpatisan ISIS

loading...
Pompeo Yakin Serangan Sri Lanka Dilakukan Simpatisan ISIS
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo mengatakan, bukti awal menunjukkan bahwa serangan teroris di Sri Lanka setidaknya terinspirasi oleh aksi ISIS. Foto/Reuters
A+ A-
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo mengatakan, bukti awal menunjukkan bahwa serangan teroris di Sri Lanka setidaknya terinspirasi oleh aksi ISIS. Lebih dari 300 orang tewas dalam serangan pada akhir pekan lalu itu.

"Setiap indikasi adalah bahwa (serangan) ini paling tidak terinspirasi oleh ISIS," kata Pompeo saat melakukan wawancara dengan CBS, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (25/4).

Pompeo, dalam wawancara tersebut kemudian mengatakan dalam penyelidikan lebih lanjut akan ada lebih banyak informasi tentang apakah ada koneksi yang sebenarnya antara para pelaku serangan dengan ISIS.



"Skala, kompleksitas serangan tentu akan menjadi sesuatu yang akan dilihat oleh seorang analis yang baik seperti Anda dan Kita perlu menggali lebih dalam Kapasitas kelompok lokal untuk melakukan serangan yang relatif kompleks dan simultan, itu bisa terjadi. Tetapi, mungkin ada orang lain yang membantu mereka," ungkapnya.

Mantan Direktur CIA itu lalu mencatat bahwa ISIS dan kelompok-kelompok teroris lainnya akan tetap menjadi ancaman bagi keamanan AS dan bahwa Washington akan terus tetap di atas dalam hal penghancuran jaringan teroris.

"Bahkan, terlepas dari insiden Sri Lanka, itu benar-benar kasus bahwa kapasitas untuk ISIS dan kelompok radikal lainnya masih tetap ada. Kami memiliki al-Qaeda di Semenanjung Arab yang masih memiliki kapasitas nyata untuk menempatkan AS dalam bahaya melalui keahliannya, ada banyak kantong yang bisa kami lalui. Tetapi tantangan untuk menghapus jaringan ini adalah sesuatu yang harus dilakukan AS," tukasnya.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak