alexametrics

Sebut Palestina Tidak Pernah Ada, Netizen Geruduk Akun Putra Netanyahu

loading...
Sebut Palestina Tidak Pernah Ada, Netizen Geruduk Akun Putra Netanyahu
Yair Netanyahu. Foto/Istimewa
A+ A-
TEL AVIV - Putra Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Yair, menuai kritik setelah cuitannya menyangkal eksistensi Palestina karena tidak ada huruf 'P' dalam bahasa Arab.

Yair selama ini dikenal aktif di Twitter. Seperti dikutip dari Middle East Monitor, Rabu (24/4/2019), ia memulai kontroversi dengan membagikan foto dari sebuah desa Palestina yang secara etnis dibersihkan dari penghuninya oleh kelompok Haganah, Irgun dan Lehi - grup Zionis yang secara luas dianggap sebagai organisasi teroris selama peristiwa Nakba (Bencana) pada 1948.

Tweet ini menarik beberapa balasan dari netizen yang menunjukkan sejarah berdarah desa tersebut dan nasib warga Palestina yang pernah tinggal di sana.



Sebagai tanggapan, Yair mengklaim bahwa gagasan negara Palestina adalah mitos. Ia mencoba menghadirkan bukti fakta bahwa huruf 'P' tidak ada dalam bahasa Arab, mengabaikan fakta bahwa nama Arab di wilayah itu adalah Falasteen.

Ia kemudian mengklaim bahwa orang Arab adalah milik Arab karena kesamaan linguistik, sama seperti orang Yahudi seharusnya menjadi milik Yudea.

Netizen pun dengan cepat membalas cuitan Yair. Mereka menunjukkan bahwa huruf 'J' juga tidak ada dalam bahasa Ibrani, dan dengan logikanya sendiri, orang-orang Yahudi seharusnya tidak memiliki koneksi ke wilayah yang dianggap Yudea.

Aktivis pro-Palestina-Israel-Amerika, Miko Peled, lebih lanjut mempertanyakan apakah tidak adanya huruf 'J' dalam bahasa Ibrani berarti Yerusalem juga tidak ada.

Beberapa netizen menyoroti pernyataan ini. Jika komentar seperti ini dibuat oleh orang non-Yahudi, maka itu akan dianggap anti-Semitisme.

Netizen lain berusaha mendidik Yair tentang sejarah Palestina, menggunakan peta lama Ottoman yang dengan jelas mengidentifikasi wilayah itu sebagai Falasteen, kemudian mengganti "F" dengan "P" Turki, bahkan sebelum Mandat Inggris dan pembagian Levant oleh kekuatan kekaisaran.

Yair terus berusaha membenarkan pernyataannya, menunjukkan kesamaan antara bendera nasional Yordania dan Palestina. Namun pernyataannya ini semakin dibantah ketika netizen menunjukkan kesamaan antara banyak bendera di bagian lain dunia.

Politisi Israel sering berupaya memanipulasi sejarah untuk membenarkan berdirinya Israel dan mengecam klaim yang dibuat oleh penduduk Palestina.

Yair Netanyahu mempunyai reputasi perangai yang kasar dan perilaku ofensif di media sosial. Bulan lalu, ia dikecam oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan setelah menuduh Turki menduduki Konstantinopel. Tahun lalu, ia memicu ketegangan diplomatik antara Ankara dan Tel Aviv setelah memposting gambar di Instagram yang bertuliskan "Persetan Turki", menyusul kecaman atas serangan Israel terhadap pengunjuk rasa di Jalur Gaza.

Pada bulan Desember, Facebook melarangnya selama 24 jam setelah memposting serangkaian pos anti-Muslim dan anti-Palestina yang menurut jejaring sosial itu melanggar aturan tentang kebencian.

Pada tahun 2017 ia memposting status mencela kelompok sayap kiri Amerika sebagai lebih berbahaya daripada neo-Nazi, kurang dari seminggu setelah serangan teroris supremasi kulit putih di Charlottesville, yang menewaskan satu orang.

Dia mendapat kecaman lagi sebulan kemudian setelah dia memposting karikatur anti-Semit yang menyarankan konspirasi berada di belakang masalah hukum keluarganya yang terus berkembang. Gambar itu dibagikan oleh mantan pemimpin Ku Klux Klan David Duke dan situs web berita neo-Nazi.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak