alexametrics

Korban Tewas Serangan Bom di Sri Lanka Tembus 359 Jiwa

loading...
Korban Tewas Serangan Bom di Sri Lanka Tembus 359 Jiwa
Korban tewas dalam serangan serangkaian bom yang mengguncang Sri Lanka mencapai 359 jiwa. Foto/Istimewa
A+ A-
KOLOMBO - Juru bicara Kepolisian Sri Lankam, Ruwan Gunasekera mengatakan, jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 359 dari 321 dan sekitar 500 orang terluka. Namun ia tidak memberikan rincian korban dari tiga gereja dan empat hotel yang dihantam bom bunuh diri.

Sementara itu para pelayat berkumpul untuk pemakaman pertama para korban, termasuk seorang warga negara Australia Manik Suriaaratchi dan putrinya yang berusia 10 tahun, Alexendria. Menurut kantor berita Australia, ABC, keduanya dimakamkan di dekat desa masa kecil Suriaaratchi.

Dikutip dari SBS, Rabu (24/4/2019), tim medis masih terus mengidentifikasi warga asing yang menjadi dalam serangkaian ledakan yang terjadi pada hari Minggu lalu.



Seorang miliarder Denmark harus kehilangan tiga anaknya dalam serangan itu, seorang juru bicara perusahaannya mengatakan.

Delapan warga Inggris, 10 warga India, empat warga Amerika dan warga negara dari Turki, Australia, Jepang dan Portugal juga dilaporkan tewas dalam serangan itu.

PBB mengatakan setidaknya 45 anak-anak, warga Sri Lanka dan asing, termasuk di antara mereka yang tewas.

Dari tiga gereja yang menjadi target serangan, dua di wilayah Ibu Kota Kolombo dan satu di kota timur Batticaloa.

Pemboman hari Minggu Paskah menghancurkan kondisi tenang yang relatif telah ada di Sri Lanka yang mayoritas beragama Buddha sejak perang saudara melawan sebagian besar Hindu, etnis separatis Tamil berakhir 10 tahun yang lalu. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan kembalinya kekerasan sektarian.

Populasi Sri Lanka mencapai 22 juta termasuk kelompok minoritas Kristen, Muslim dan Hindu. Sampai sekarang, umat Kristen sebagian besar telah berhasil menghindari konflik terburuk dan ketegangan komunal di negara pulau itu.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak