alexametrics

DK PBB Kecam Serangan Bom di Sri Lanka

loading...
DK PBB Kecam Serangan Bom di Sri Lanka
Dewan Keamanan (DK) PBB turut melemparkan kecaman keras atas serangkaian serangan teroris di Sri Lanka pada saat ibadah Paskah. Foto/Istimewa
A+ A-
NEW YORK - Dewan Keamanan (DK) PBB turut melemparkan kecaman keras atas serangkaian serangan teroris di Sri Lanka pada saat ibadah Paskah. DK PBB menyerukan agar pelaku dibawa ke meja hidau dan mendapat hukuman yang setimpal.

"Para anggota Dewan Keamanan mengutuk dalam serangkaian terkuat serangkaian serangan teroris keji dan pengecut yang terjadi di Kuil St Anthony di Kolombo, St Sebastian di Negambo, Gereja Zion di Batticaloa, Shangri-La, Cinammon Grand, dan hotel-hotel Kingsbury di Kolombo, serta tiga ledakan di Sri Lanka pada Minggu Paskah, 21 April 2019, yang mengakibatkan hampir 300 orang tewas dan ratusan lainnya cedera," kata DK PBB.

DK PBB, seperti dilansir Tass pada Selasa (23/4), kemudian menuturkan, mereka menggarisbawahi perlunya meminta pertanggungjawaban pelaku, penyelenggara, pemodal, dan sponsor aksi terorisme tercela ini dan membawa mereka ke pengadilan.



"Mendesak semua Negara, sesuai dengan kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan terkait, untuk bekerja sama secara aktif dengan Pemerintah Sri Lanka dan semua otoritas terkait lainnya dalam hal ini," ungkapnya.

Sebelumnya, salah satu pelaku bom bunuh diri yang meledakkan diri di gereja dan hotel di Sri Lanka pada Minggu Paskah telah diidentifikasi. Bomber pertama yang berhasil diidentifikasi itu bernama Insan Setiawan, warga lokal.

Polisi menyatakan istri dan salah satu saudara lelaki dari Setiawan tewas dalam ledakan yang terjadi. Istrinya meledakkan bom ketika pasukan keamanan menyerbu rumahnya; kedua anaknya berada di rumah pada saat itu, tetapi selamat dari ledakan.

Saudara lelaki Setiawan juga meledakkan bom ketika pasukan keamanan berusaha menangkapnya. Tiga petugas polisi tewas dalam ledakan bersama dengan saudara lelaki pria tersebut.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak