alexametrics

PM Sri Lanka Kecam Keras Serangan Saat Perayaan Paskah

loading...
PM Sri Lanka Kecam Keras Serangan Saat Perayaan Paskah
Perdana Menteri Sri Lanka, Ranil Wickremesinghe mengutuk serangkaian ledakan yang menewaskan sedikitnya 156 jiwa. Foto/Reuters
A+ A-
KOLOMBO - Perdana Menteri Sri Lanka, Ranil Wickremesinghe mengutuk serangkaian ledakan yang menewaskan sedikitnya 137 jiwa. Ranil menyebut serangan itu sebagai tindakan pengecut dan mengatakan pihaknya berusaha untuk mengatasi situasi ini.

"Saya mengutuk keras serangan pengecut terhadap orang-orang kami hari ini. Saya menyerukan kepada semua warga Sri Lanka selama masa tragis ini untuk tetap bersatu dan kuat. Pemerintah mengambil langkah segera untuk mengatasi situasi ini," ucap Ranil, seperti dilansir Channel News Asia pada Minggu (21/4).

Sementara itu, Menteri Reformasi Ekonomi dan Distribusi Publik Sri Lanka, Harsha de Silva mengatakan, Ranil telah memerintahkan untuk menggelar pertemuan darurat untuk membahas serangan ini.

"Pertemuan darurat akan dilakukan dalam beberapa saat ke depan. Operasi penyelamatan sedang berlangsung," ucap Harsha melalui akun Twitternya.

Dia mengatakan telah mengunjungi dua hotel yang diserang dan berada di tempat kejadian di St Anthony's Shrine. "Saya melihat banyak bagian tubuh berserakan. Ada banyak korban termasuk orang asing, Harap tetap tenang dan tetap berada di dalam rumah," ungkapnya.

Sejauh ini diketahui setidaknya 137 orang tewas akibat serangan di tiga gereja dan tiga hotel di Sri Lanka. Sumber di kepolisian Sri Lanka mengatakan, setidaknya 45 orang telah tewas di Kolombo, tempat tiga hotel dan sebuah gereja dihantam ledakan.

Sementara 67 lainnya tewas dalam serangan terhadap sebuah gereja di Negombo di utara ibukota, dan 25 lainnya tewas di sebuah gereja di kota Batticaloa, di sebalah timur negara itu. Motif dari ledakan itu tidak diketahui dan tidak ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak