alexametrics

30 Tewas dan Ratusan Luka-luka Akibat 6 Ledakan di Sri Lanka

loading...
30 Tewas dan Ratusan Luka-luka Akibat 6 Ledakan di Sri Lanka
Gereja St. Sebastian di Negombo, sebuah kota mayoritas Katolik di utara Kolombo, telah meminta bantuan di halaman Facebook-nya. Foto/Istimewa
A+ A-
KOLOMBO - Setidaknya 30 orang tewas dan hampir 300 lainnya luka-luka dalam ledakan hampir bersamaan yang mengguncang tiga gereja dan tiga hotel di Sri Lanka pada Minggu Paskah.

"Ledakan itu menyebabkan kematian di antara para jamaah dan tamu hotel," kata seorang pejabat keamanan seperti dikutip dari AP, Minggu (21/4/2019).

Menurut pejabat itu, yang berbicara dengan syarat anonim, dua dari ledakan itu dilakukan oleh pelaku bom bunuh diri.



Gereja St Anthony dan tiga hotel tempat ledakan terjadi di Kolombo kerap dikunjungi oleh wisatawan asing.

Sementara menurut media setempat, 48 orang meninggal dan 283 lainnya dirawat di rumah sakit daerah. Juru bicara Rumah Sakit Nasional Dr. Samindi Samarakoon mengatakan kepada AP bahwa 30 orang meninggal ketika korban yang terluka dirawat di rumah sakit utama Ibu Kota Kolombo.

Saksi mata Alex Agieleson, yang berada di dekat gereja, mengatakan bangunan bergetar akibat ledakan itu, dan sejumlah orang yang terluka diangkut dengan ambulans.

Stasiun TV lokal menunjukkan kerusakan di hotel Cinnamon Grand, Shangri-La dan Kingsbury.

Ledakan lain dilaporkan terjadi di Gereja St Sebastian di Negombo, sebuah kota mayoritas Katolik di utara Kolombo, dan di Gereja Sion di kota Batticaloa di bagian timur Sri Lanka. Gereja St Sebastian meminta bantuan melalui halaman Facebooknya.

Ledakan menghancurkan atap dan merobohkan pintu serta jendela di Gereja St Sebastian. Tayang stasiun TV lokal menunjukkan para jamaah membawa mereka yang terluka jauh dari bangku berlumuran darah.

Para pejabat keamanan Sri Lanka mengatakan mereka sedang menyelidiki insiden tersebut. Polisi segera menutup area ledakan.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak