alexametrics

Masih Hidup! 180 Ribu Lebah Notre Dame Selamat dari Kebakaran

loading...
Masih Hidup! 180 Ribu Lebah Notre Dame Selamat dari Kebakaran
Sebanyak 180 ribu ekor lebah selamat dari kebakaran yang melanda Katedral Notre Dame. Foto/Istimewa
A+ A-
PARIS - Lebah Katedral Notre Dame, yang bersarang di atap gereja bersejarah itu, selamat dari kebakaran dahsyat awal pekan ini. Hal itu diungkapkan oleh seorang peternak lebah.

"Saya sangat lega. Saya melihat foto-foto satelit yang menunjukkan ketiga sarang lebah itu tidak terbakar. Saya pikir mereka pergi bersama dengan katedral," kata peternak lebah Nicolas Geant seperti dikutip USA Today dari AP, Sabtu (20/4/2019).

180.000 lebah hidup dalam tiga sarang di atap Notre Dame sebagai bagian dari upaya sejak 2013 untuk membantu mencegah lebah mati.



"Saya mendapat telepon dari Andre Finot, juru bicara Notre Dame, yang mengatakan ada lebah terbang masuk dan keluar dari sarang yang berarti mereka masih hidup!" Geant memberi tahu CNN.

"Sarang-sarang itu terletak di atap sakristi sekitar 100 kaki di bawah atap utama yang terbakar, yang memungkinkan mereka menahan api," terangnya kepada CNN.

Sementara sarangnya aman, Geant mengatakan kepada CNN bahwa dia masih perlu memeriksa situs tersebut.

Menurut Geant lebah tidak memiliki paru-paru dan karbon dioksida dari asap kebakaran menenangkan mereka.

"Lebah-lebah Eropa tidak meninggalkan sarang mereka, dan ketika mereka merasakan api, mereka 'menikmati madu' dan melindungi ratu mereka," terangnya kepada AP.

Kebakaran yang terjadi pada hari Senin di Notre Dame membakar atap katedral, tetapi struktur gereja masih berdiri setelah petugas pemadam kebakaran memadamkan api. Presiden Prancis Emmanuel Macron telah berjanji untuk membangun kembali katedral itu dalam lima tahun, meskipun beberapa pakar arsitektur mengatakan mungkin diperlukan setidaknya satu dekade.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak