alexametrics

AS Imbau Warganya Tak Kunjungi Malaysia, Mahathir Kesal

loading...
AS Imbau Warganya Tak Kunjungi Malaysia, Mahathir Kesal
Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad menyatakan kekesalannya atas imbauan yang dikeluarkan Amerika Serikat (AS) untuk tidak mengunjungi Malaysia. Foto/Reuters
A+ A-
KUALA LUMPUR - Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad menyatakan kekesalannya atas imbauan yang dikeluarkan Amerika Serikat (AS) untuk tidak mengunjungi Malaysia. Mahathir menegaskan Malaysia adalah negara yang aman.Kementerian Luar Negeri AS memperingatkan warganya yang ingin mengunjungi Malaysia, atas ancaman penculikan demi tebusan dari kelompok teroris dan kriminal yang cukup tinggi. AS menyebut, kelompok teroris dan kriminal menargetkan resor pantai, resor pulau, dan kapal yang mengangkut wisatawan ke pulau resor di Malaysia."Satu atau dua teroris telah ditangkap, tetapi sebaliknya kami adalah negara yang aman. Orang-orang dapat datang ke Malaysia dan mereka tidak membutuhkan imbauan semacam ini," katanya saat berbicara di acara jamuan makan siang Kamar Dagang AS-Malaysia di ibukota Kuala Lumpur."Saya cukup yakin Anda bisa datang ke sini untuk makan malam, atau makan siang, dan Anda merasa cukup aman. Tetapi di beberapa negara, bahkan ketika Anda berdoa, mereka dapat membunuh Anda," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Anadolu Agency pada Kamis (18/4).Dia kemudian mengatakan, untuk beberapa alasan atau lainnya, Kuala Lumpur sangat jarang dikunjungi turis asal AS. Mahathir mengatakan, tidak ada pesawat atau maskapai AS yang terbang ke Malaysia."Mereka terbang ke Singapura, tetapi tidak ke Malaysia. Saya selalu bertanya-tanya mengapa? Kami adalah orang baik," ungkapnya.Sementara itu, menurut laporan The Star, Kementerian Luar Negeri Malaysia telah memanggil Duta Besar AS untuk Malaysia, Kamala Shirin Lakhdir untuk menyampaikan protes atas dikeluarkanya imbauan tersebut.

(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak