alexametrics

Palestina Minta Dukungan Internasional Cegah Aneksasi Tepi Barat

loading...
Palestina Minta Dukungan Internasional Cegah Aneksasi Tepi Barat
Palestina menyatakan akan mencari dukungan internasional untuk mencegah aneksasi lebih luas Tepi Barat oleh Israel. Foto/Istimewa
A+ A-
RAMALLAH - Palestina menyatakan akan mencari dukungan internasional untuk mencegah aneksasi lebih luas Tepi Barat oleh Israel. Aneksasi lebih luas Tepi Barat adalah janji pemilihan umum yang disampaikan oleh Benjamin Netanyahu, yang kemungkinan akan kembali menjabat sebagai Perdana Menteri Israel.

Menteri Luar Negeri Palestina, Riyad Maliki menuturkan, Palestina akan mencari tanggapan kolektif dari komunitas internasional Netanyahu mengikuti janjinya untuk mencaplok Tepi Barat, jika terpilih kembali sebagai pemimpin Israel.

“Kami berbicara dengan saudara-saudara kami, teman-teman kami untuk melihat bagaimana secara kolektif bereaksi terhadap ini. Jika Netanyahu ingin mencaplok Tepi Barat, ia harus berurusan dengan 4,5 juta warga Palestina," ucap Maliki, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (16/4).



"Kami akan memiliki pertarungan yang berbeda. Jika solusi dua negara sedang dieliminasi dan dia akan mencaplok Tepi Barat, maka tanggapannya tidak boleh secara eksklusif Palestina, tetapi tanggapannya haruslah tanggapan kolektif dari komunitas internasional,” sambungnya.

Dia mencatat, bagaimanapun, bahwa pernyataan yang dibuat oleh Netanyahu tentang pencaplokan Tepi Barat harus dilihat dalam konteks upayanya untuk memenangkan lebih banyak suara dalam pemilihan pekan lalu dan mengaburkan tuduhan korupsi dan penyuapan terhadap dirinya.

Seperti diketahui, Likud, partai yang dipimpin Netanyahu memenangkan pemilihan umum Israel. Saat ini, Likud dilaporkan tengah membahas mengenai siapa yang akan menjadi Perdana Menteri Israel berikutnya, di mana Netanyahu masuk sebagai salah satu calon kuat.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak