alexametrics

WNI di Negeri Kim Jong-un Salurkan Hak Pilih

loading...
WNI di Negeri Kim Jong-un Salurkan Hak Pilih
Menurut keterangan KBRI Pyongyang, sebanyak 24 warga negara Indonesia (WNI) di Korut berpartisipasi dan menggunakan hak pilihnya, Foto/KBRI Pyongyang
A+ A-
PYONGYANG - Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Pyongyang, Korea Utara (Korut), kemarin menyelenggarakan pemilihan umum (pemilu) di tempat pemungutan suara luar negeri (TPSLN)-001 di Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) Pyongyang. Pemungutan suara dilakukan sejak pukul 08.00 hingga 18.00 waktu setempat.

Menurut keterangan KBRI Pyongyang yang diterima Sindonews pada Senin (15/4), sebanyak 24 warga negara Indonesia (WNI) di Korut berpartisipasi dan menggunakan hak pilihnya, dengan rincian sebanyak 16 daftar pemilih tetap (DPT), enam daftar pemilih tambahan (DPTb), dan dua daftar pemilih khusus (DPK), termasuk seorang turis asal Indonesia yang sedang berkunjung.

”Dengan jumlah tersebut, tingkat partisipasi WNI di Korut pada pemilu 2019 mencapai 100 persen, bahkan lebih karena ada satu orang tambahan. Proses pemungutan suara berlangsung dengan aman, tertib dan lancar. Walau pemungutan suara telah selesai, namun penghitungan suara di Pyongyang baru akan dilaksanakan pada Rabu 17 April 2019," ucap ketua PPLN Pyongyang, Cecep Junaria.



Sebelumnya secara terpisah, Duta Besar Indonesia untuk Korut, Berlian Napitupulu telah mengimbau dan mengingatkan agar seluruh warga negara Indonesia di Pyongyang Korea Utara untuk berpartisipasi aktif dalam pemilu serentak tahun 2019 ini dengan sebaik-baiknya.

"Proses demokrasi Indonesia saat ini memasuki tahap yang sangat penting yaitu consolidated democracy. Ibaratnya sebuah pesawat, maka pesawat Republik Indonesia saat ini sedang lepas landas. Semua warga negara harus ikut di dalam pesawat. Semua WNI yang berhak harus berpartisipasi dan menggunakan hak pilihnya dengan penuh tanggung jawab. Jangan sampai golput. Jangan sampai no vote. Jangan sampai tidak casting ballot," ucap Berlian.

Lebih lanjut Berlian mengaskan bahwa ini merupakan kesempatan langka yang hanya satu kali dalam lima tahun. Pemilu ini, lanjut Berlian kesempatan sangat penting untuk menentukan pemimpin bangsa dan negara di masa depan, setidak-tidaknya lima tahun ke depan.

"Makanya jangan sampai tidak menggunakan haknya alias golput. Dan tolong agar semua pihak melaksanakan tugasnya masing-masing dengan baik dan secara bertanggungjawab,” pungkasnya.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak