alexametrics

Arab Saudi Tangkap 7 Aktivis Termasuk Dua Warga AS

loading...
Arab Saudi Tangkap 7 Aktivis Termasuk Dua Warga AS
Para aktivis perempuan yang diadili karena kampanye hak mengemudi dan menyerukan diakhirinya sistem perwalian pria di Saudi. Foto/Al Jazeera
A+ A-
RIYADH - Otoritas Arab Saudi menangkap tujuh aktivis, termasuk dua warga Amerika Serikat-Arab Saudi. Ketujuh orang yang ditangkap adalah para pendukung 11 aktivis perempuan yang diadili.

Sebanyak 11 aktivis perempuan diadili karena berkampanye untuk hak mengemudi bagi perempuan dan menyerukan diakhirinya sistem perwalian pria di negara tersebut. Kasus mereka telah meningkatkan kritik terhadap catatan hak asasi manusia (HAM) Riyadh yang sudah menjadi sorotan setelah pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi tahun lalu.

Dua arga negara AS-Arab Saudi yang ditangkap adalah jurnalis Salah al-Haidar—yang ibunya; Aziza al-Yousef, termasuk di antara 11 akivis yang diadili, dan Bader al-Ibrahim, seorang dokter dan penulis buku tentang politik Muslim Syiah.



Penangkapan tujuh aktivis itu diungkap kelompok HAM Saudi yang berbasis di London, ALQST.

"Mereka yang baru ditahan bukan aktivis garis depan, tetapi penulis dan blogger media sosial yang sebelumnya terlibat dalam wacana publik tentang reformasi," kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan, Jumat (5/4/2019), yang dikutip Al Jazeera.

Menurut ALQST, tujuh orang tersebut ditangkap pada hari Rabu dan Kamis. Lima aktivis lainnya yang ditangkap telah dikenakan larangan perjalanan sejak Februari.

Kantor komunikasi pemerintah Saudi dan Kedutaan Besar AS di Riyadh belum menanggapi permintaan wartawan untuk berkomentar.

Pengadilan Riyadh pekan lalu membebaskan sementara tiga aktivis perempuan, termasuk Yousef. Putusan pengadilan itu meningkatkan harapan penanganan yang lebih lunak setelah berbulan-bulan lobi dilakukan oleh pemerintah Barat.

Namun penahanan terbaru ini bisa menandakan bahwa pihak berwenang Saudi akan melawan tekanan internasional dan menuntut hukuman yang keras.

Pembunuhan Khashoggi telah mencoreng reputasi Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS), yang mencari dukungan Barat untuk upayanya memodernisasi Arab Saudi. Agen-agen intelijen AS dan Turki percaya Pangeran Mohammed memerintahkan pembunuhan itu, namun dibantah para pejabat Saudi.

Lusinan aktivis, cendekiawan, dan tokoh Muslim lainnya telah ditangkap secara terpisah dalam dua tahun terakhir dalam upaya nyata untuk membasmi oposisi.

Para wanita yang diadili ditangkap Mei lalu dan dicap sebagai pengkhianat. Setidaknya satu dari mereka telah didakwa di bawah hukum kejahatan dunia maya kerajaan dan menghadapi hukuman lima tahun penjara.

Kelompok HAM mengatakan dua dari mereka telah dibebaskan, tetapi status sembilan aktivis yang lain tidak jelas.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak