alexametrics

Personil Militer Rusia di Venezuela, AS Tidak Akan Berpangku Tangan

loading...
Personil Militer Rusia di Venezuela, AS Tidak Akan Berpangku Tangan
Pesawat Rusia tiba pada hari Sabtu di Bandara Internasional Simon Bolivar dekat Caracas. Foto/Istimewa
A+ A-
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo berbicara dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov. Ia pun menyerukan Rusia untuk menghentikan perilaku tidak konstruktifnya di Venezuela. Hal itu diungkapkan oleh juru bicara Departemen Luar Negeri AS Robert Palladino dalam sebuah pernyataan.

Pernyataan itu dikeluarkan terkait dengan kedatangan dua pesawat Rusia di Venezuela yang mengangkut personil militer.

Baca juga: Bawa Tentara, Dua Pesawat Rusia Mendarat di Venezuela



"Amerika Serikat tidak akan berpangku tangan ketika Rusia memperburuk ketegangan di Venezuela," bunyi pernyataan itu.

"Terus masuknya personil militer Rusia untuk mendukung rezim tidak sah Nicolas Maduro di Venezuela berisiko memperpanjang penderitaan rakyat Venezuela yang sangat mendukung Presiden sementara Juan Guaido," kata pernyataan itu.

Pesawat Rusia tiba pada hari Sabtu di Bandara Internasional Simon Bolivar dekat Caracas, sebuah sumber diplomatik di Caracas mengatakan kepada media milik pemerintah Rusia, RIA Novosti.

Menurut sumber itu, militer datang untuk berkonsultasi dengan perwakilan Venezuela tentang kerja sama taktis militer.

Sumber mencatat bahwa tidak ada yang misterius karena kedatangan pesawat secara langsung berkaitan dengan pelaksanaan kontrak yang ditandatangani oleh para pihak bertahun-tahun yang lalu, RIA Novosti melaporkan.

"Rusia dan Venezuela memiliki sejumlah kontrak yang sedang dilaksanakan, termasuk kontrak di bidang kerja sama teknis-militer," tambahnya.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak