alexametrics

Dikira Sampo, Pria China Keramas dengan Pestisida

loading...
Dikira Sampo, Pria China Keramas dengan Pestisida
Pria di Kunming, China, dicukur kepalanya oleh dokter rumah sakit setelah keramas dengan pestisida yang dia kira sampo. Foto/Sina.com.cn
A+ A-
KUNMING - Seorang pria di Kunming, Provinsi Yunnan, China, dibawa ke rumah sakit dan kepalanya harus dicukur oleh dokter. Musababnya, pria itu keramas dengan pestisida yang dia kira sampo.

Pria itu tidak menyadari jika zat yang dikemas dalam botol itu merupakan zat yang sangat beracun. Ironisnya, dia sendiri yang mengemas pestisida dichlorvos atau DDVP itu dalam botol dan diletakkan di sebelah sampo-nya. Dia baru baru menyadari kesalahannya awal bulan ini ketika dia memerhatikan baunya.

Kejadian konyol ini pertama kali dilaporkan situs berita China, Kankanews.com.



Tak lama setelah keramas dengan pestisida, pria yang tak disebutkan namanya itu mengalami berbagai gejala, termasuk menggigil dan berkeringat.

Dia berusaha menghilangkan zat beracun yang digunakan untuk keramas, namun gagal. Dia akhirnya mencari perawatan di Yunnan Traditional Chinese Medicine Hospital (Rumah Sakit Pengobatan Tradisional Tiongkok Yunnan).

“Dia mencoba mencucinya dengan air dan cuka. Sebenarnya, dalam situasi itu, itu adalah hal yang salah untuk dilakukan," kata Wu Ying, wakil direktur departemen darurat rumah sakit setempat, tanpa menjelaskan respons yang benar dalam kasus tersebut.

Dokter merawat pria itu karena keracunan dan mencukur rambutnya untuk menghilangkan residu. “Kami harus menggunakan pisau cukur sekali pakai. Beberapa dokter memotong rambut dengan gunting dan kemudian dicukur," lanjut Wu, yang dilansir South China Morning Post, Selasa (26/3/2019).

Pasien mengalami pemulihan penuh setelah beberapa hari setelah menjalani perawatan tepat waktu.

Dikembangkan dari agen gas saraf, DDVP digunakan dalam pestisida rumah tangga dan industri dan telah dilarang di Uni Eropa selama dua dekade terakhir karena toksisitas dan dampaknya yang bertahan lama terhadap lingkungan.

Zat itu juga telah dilarang oleh beberapa pemerintah kota di China seperti Guangzhou tetapi masih tersedia untuk dijual di banyak daerah, termasuk Kunming.

Beberapa penduduk pedesaan juga menggunakan DDVP sebagai obat rumah untuk mengatasi gatal, kutu dan eksim. Pada bulan November, seorang gadis berusia lima tahun dari provinsi Henan di China tengah hampir meninggal setelah neneknya mencuci rambutnya dengan DDVP encer untuk mencoba menghilangkan kutu di kepala anak itu.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak