alexametrics

Reaksi Dunia soal Seruan AS Akui Kedaulatan Israel atas Golan

loading...
Reaksi Dunia soal Seruan AS Akui Kedaulatan Israel atas Golan
Beberapa tentara Israel dikerahkan di Dataran Tinggi Golan. Foto/REUTERS
A+ A-
DAMASKUS - Sejumlah negara di dunia bereaksi terhadap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengatakan sudah waktunya untuk mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan yang disengketakan. Rata-rata reaksi yang muncul adalah kecaman.

Dataran Tinggi Golan sejatinya adalah wilayah Suriah, namun diduduki Israel sejak Perang Timur Tengah 1967. Sejak itu, wilayah itu menjadi sengketa. Berikut reaksi negara-negara di dunia atas langkah sepihak Presiden Trump yang berpihak pada Israel dalam sengketa wilayah Golan, seperti dikutip The Independent, Sabtu (23/3/2019);

Jerman


Pemerintah Berlin mengecam serta menolak langkah sepihak Amerika."Berlin menolak langkah-langkah sepihak untuk menggambar ulang batas-batas nasional," bunyi pernyataan pemerintah Jerman yang disampaikan seorang juru bicara.



"Jika perbatasan nasional harus diubah, itu harus dilakukan melalui cara damai di antara semua yang terlibat," lanjut pernyataan itu.

Prancis


Kementerian Luar Negeri Prancis menyuarakan keprihatinan dengan tidak mengakui pencaplokan Israel atas Dataran Tinggi Golan. "Pernyataan Trump bertentangan dengan hukum internasional," kata kementerian tersebut. Uni Eropa juga mengecam seruan Trump.

Suriah

Sumber Kementerian Luar Negeri Suriah menggambarkan pernyataan Trump sebagai komentar yang tidak bertanggung jawab dan menunjukkan penghinaan terhadap hukum internasional.
"Golan dulu dan akan tetap menjadi Suriah, Arab," kata sumber itu, menurut media pemerintah Suriah. "(Golan) bagian berharga dari tanah nasional Suriah."

Palestina

Kepemimpinan Palestina mengutuk keputusan Trump, dengan mengatakan bahwa pengakuan itu akan merusak peluang perdamaian di wilayah Timur Tengah.

Juru bicara pemerintah Palestina Nabil Abu Rudeineh mengatakan tindakan apa pun yang diambil atas keputusan itu akan menandai sebuah pelanggaran terhadap resolusi PBB. "Tidak memiliki nilai apa pun dan akan tetap menjadi sekadar tinta di atas kertas," katanya.

Hanan Ashrawi, anggota Komite Eksekutif Pembebasan Palestina, menyebutnya serangan terhadap hukum internasional.

"Sekarang (Trump) mengakui pencurian Israel atas Yerusalem dan menghancurkan peluang perdamaian dengan Palestina, ia memungkinkan Israel untuk mencuri Dataran Tinggi Golan dan menghancurkan peluang perdamaian dengan Suriah," tulis dia di Twitter. "Bagaimana tepatnya hal itu menguntungkan keamanan Israel dan stabilitas regional?".

Sementara itu Fatah, kelompok Palestina yang mendominasi Otoritas Palestina, menuduh Trump mendukung kolonialisme dan perbudakan. Menurut faksi tersebut, pernyataan Trump tidak akan mengubah fakta bahwa Golan adalah wilayah yang diduduki. Reaksi serupa juga disuarakan Hamas.

Turki
Ankara mengatakan pernyataan Trump akan membawa kawasan itu ke tepi krisis baru. Dalam pidatonya di pertemuan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan;"Kami tidak bisa membiarkan legitimasi pendudukan Dataran Tinggi Golan."
Rusia

Kremlin mengatakan Rusia berharap seruan Trump untuk mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan akan tetap seperti itu, dan tidak akan diberlakukan.

“Itu hanya seruan untuk saat ini. Mari kita berharap itu akan tetap menjadi seruan," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov. Dia juga mengatakan seruan seperti itu berisiko sangat merusak stabilitas Timur Tengah dan merusak upaya untuk menemukan penyelesaian damai di kawasan itu.

Iran dan Mesir

Kementerian Luar Negeri Iran menyebut langkah Trump ilegal dan tidak dapat diterima. Sedangkan pemerintah Mesir mengatakan klaim teritorial seperti itu bertentangan dengan hukum internasional.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak