alexametrics

Rusia: Rudal Baru Sarmat Mampu Merobek Setiap Pertahanan Rudal

loading...
Rusia: Rudal Baru Sarmat Mampu Merobek Setiap Pertahanan Rudal
Rudal balistik antarbenua (ICBM) baru Rusia, RS-28 Sarmat. Foto/Sputnik
A+ A-
MOSKOW - Rudal balistik antarbenua (ICBM) baru Rusia, RS-28 Sarmat, mampu merobek setiap sistem pertahanan rudal hingga hancur. Klaim ini disampaikan Kepala Badan Antariksa Negara Rusia (Roscosmos) Dmitry Rogozin pada hari Jumat.

"Ini adalah rudal balistik berat yang dapat mengatasi, merobek pertahanan rudal yang ada, (sistem) pertahanan masa depan, itu tidak masalah," kata Rogozin sebagaimana disiarkan stasiun televisi Rossiya 24, Sabtu (23/3/2019).

Menurut Rogozin, Roscosmos mematuhi jadwal dalam semua aspek utama tatanan pertahanan negara. Rogozin berharap Kementerian Pertahanan tidak akan memiliki klaim yang menentang Roscosmos.



RS-28 Sarmat, ICBM termonuklir berat, adalah salah satu senjata canggih baru di gudang persenjataan strategis Rusia. Misil itu diluncurkan kembali pada 2018 oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.

ICBM RS-28 Sarmat diharapkan akan menggantikan ICBM Voyevoda yang telah menua. Senjata itu dilaporkan memiliki jangkauan yang luas, yang memungkinkannya untuk mencapai wilayah Amerika Serikat dari selatan, di mana misil itu tidak dapat dihentikan oleh sistem pencegat anti-balistik yang digunakan di Alaska.

Mengutip Sputnik, uji coba ICBM RS-28 Sarmat dimulai tahun lalu. Sedangkan produksi massalnya diperkirakan akan dimulai pada tahun 2020. Penempatan pertama ke Pasukan Rudal Rusia dijadwalkan dimulai pada tahun 2021.

Misil tersebut diklaim mampu membawa hingga 24 kendaraan peluncur hipersonik Avangard berkemampuan nuklir.

Setelah dikerahkan, ICBM RS-28 Sarmat diharapkan berfungsi sebagai pencegah bagi sejumlah inisiatif Pentagon, termasuk upaya untuk membangun perisai pertahanan rudal yang efektif, dan apa yang disebut sebagai Prompt Global Strike AS.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak