alexametrics

Gedung Putih: Kekhalifahan ISIS 100 Persen Dilenyapkan di Suriah

loading...
Gedung Putih: Kekhalifahan ISIS 100 Persen Dilenyapkan di Suriah
Kondisi Baghuz, kantong terakhir ISIS di Suriah. Foto/REUTERS
A+ A-
WASHINGTON - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) mengatakan kelompok Islamic State atau ISIS tidak lagi memiliki wilayah di Suriah. Demikian pengumuman Gedung Putih pada hari Jumat.

Juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan Pelaksana Tugas Menteri Pertahanan Patrick Shanahan telah memberi pengarahan kepada Presiden Donald Trump saat ia bepergian ke Florida menggunakan Air Force One.

"Teritorial kekhalifahan (ISIS) telah dieliminasi di Suriah," kata Sanders. Menanggapi pertanyaan wartawan apakah wilayah kelompok bersenjata itu telah "100 persen" dilenyapkan, Sanders mengatakan "ya".



Dia mengarahkan para wartawan untuk mengajukan pertanyaan lain tentang pengumuman itu ke Pentagon.

Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung AS belum mengomentari pengumuman Gedung Putih.

Sebelumnya pada hari Jumat waktu Suriah, SDF mengaku telah merebut sebagian besar kantong terakhir ISIS di Baghuz. Namun SDF menegaskan kantong militan ISIS masih ada.

SDF telah berjuang selama berminggu-minggu untuk mengalahkan ISIS di Baghouz di tenggara Suriah, dekat perbatasan Irak. Baghuz adalah wilayah terakhir di Suriah yang diduduki kelompok bersenjata itu. Padahal, kelompok tersebut pernah menduduki sepertiga wilayah Suriah dan Irak.

Jurnalis Reuters yang ada di Baghuz melaporkan bahwa serangan udara terdengar pada Jumat sore dan asap terlihat membubung ke udara.

Tak lama setelah Sanders membuat pengumuman singkat, Trump menyampaikan komentarnya di Twitter. "ISIS menggunakan internet lebih baik daripada hampir semua orang, tetapi untuk semua orang yang rentan terhadap propaganda ISIS, mereka sekarang dihantam dengan buruk di setiap tingkatan," tulis Trump.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak