alexametrics

Rekaman CCTV Tunjukkan Teroris Christchurch Tembaki Pejalan Kaki

loading...
Rekaman CCTV Tunjukkan Teroris Christchurch Tembaki Pejalan Kaki
Kepolisian Selandia Baru menangkap Brenton Tarrant, teroris pembantai 50 orang di di dua masjid di Christchurch. Foto/Istimewa
A+ A-
WELLINGTON - Rekaman video keamanan terbaru menunjukkan teroris Christchurch menembaki pejalan kaki melalui jendela mobilnya. Bukti anyar ini mengungkapkan detail terbaru tentang serangan teror yang menewaskan sedikitnya 50 orang.

Dalam video tersebut, diperoleh CNN dari tempat parkir hotel di Deans Avenue, suara tembakan terdengar di kejauhan pada pukul 01.42 siang waktu setempat pada Jumat lalu.

Pejalan kaki dapat terlihat berjalan di sepanjang jalan, termasuk dua pria yang menuju ke arah Masjid al-Noor, sekitar 300 m dari hotel.



Pada pukul 01.45 siang pada waktu kamera, lebih banyak suara tembakan dan dua pria lainnya berlari menjauh dari masjid ketika sirene polisi berbunyi.

Semenit kemudian, sebuah mobil Subaru Outback berhenti dan membunyikan klakson dua kali. Ini rupanya menarik perhatian para pria tersebut.

Tiba-tiba, jendela depan sisi penumpang Subaru hancur, ketika pengemudi menembak dari jarak hanya dua atau tiga meter dari salah satu pria. Dia jatuh ke tanah dan merangkak ke tempat yang aman. Nasibnya belum diketahui.

Pria bersenjata itu kemudian melaju ke arah Masjid Linwood, sekitar 13 menit berkendara, untuk melanjutkan pembantaian.

Video terbaru tersebut telah diberikan kepada polisi Selandia Baru dan mengkonfirmasi klaim bahwa petugas merespons dalam beberapa menit dari tembakan pertama ditembakkan.

Meski begitu pihak kepolisian menolak menolak mengomentari video itu tersebut lebih jauh.

"Penyelidikan tentang keadaan serangan sedang berlangsung dan kami tidak dalam posisi untuk mengomentari apa pun yang mungkin menjadi bukti," kata mereka seperti dilansir dari 9News.co.au, Kamis (21/3/2019).

Polisi menangkap pria asal Australia, Brenton Tarrant (28), sekitar 21 menit setelah panggilan darurat pertama dilakukan dan sekitar 15 menit setelah penembakan terekam video hotel.

Komisaris Polisi Selandia Baru Mike Bush mengatakan Tarrant diduga sedang dalam perjalanan ke lokasi ketiga untuk melanjutkan aksinya ketika ia ditahan.

"Kami sangat percaya kami menghentikannya dalam perjalanan untuk serangan lebih lanjut," katanya.

"Jadi lebih banyak nyawa yang diselamatkan oleh staf kami, mereka berani melakukan intervensi," sambungnya.

Bush menolak mengatakan apakah lokasi ketiga adalah masjid, mengutip proses pengadilan yang sedang berlangsung.

"Kami benar-benar percaya kami tahu ke mana dia pergi," ujarnya.

Penembakan terhadap pejalan kaki juga muncul dalam video streaming langsung teroris Christchurchdi Facebook, yang diedarkan secara luas setelah serangan itu ketika raksasa media sosial tersebut berjuang untuk menahan penyebarannya.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak