alexametrics

Teror Christchurch, Selandia Baru Kecam Komentar yang Salahkan Agama

loading...
Teror Christchurch, Selandia Baru Kecam Komentar yang Salahkan Agama
Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Selandia Baru, Winston Peters. Foto/Kementerian Luar Negeri Indonesia
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah Selandia Baru mengecam pernyataan keras yang menyalahkan salah satu etnis atau agama terkait dengan serangan teroris di kota Christcurch pekan lalu. Kecaman muncul setelah Senator Queensland, Australia, Fraser Anning, menyalahkan imigaran Muslim dalam serangan yang menewaskan 50 orang tersebut.

Kecaman tersebut disampaikan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Selandia Baru, Winston Peters, di Jakarta, Rabu (20/3/2019). Menurutnya, pernyataan keras semacam itu hanya akan memperburuk situasi.

"Potensi-potensi semacam itu, kami menilai masih bersifat prematur dan cenderung berlebihan. Saya kini melihat komentar-komentar keras tentang apa yang terjadi seputar Christchurch justru malah akan memperparah situasi. Misalnya apa yang dikatakan oleh beberapa anggota parlemen negara lain," ujar Peters menyindir Senator Anning.



Seperti diketahui, Senator Anning beberapa hari mengeluarkan pernyataan yang menyudutkan kumunitas Muslim ketika mengomentari serangan teroris di dua masjid kota Christchurch. "Walaupun umat Islam menjadi korban hari ini, mereka biasanya adalah pelaku kekerasan," katanya.

Anning mengecam Muslim fanatik yang, katanya, seharusnya tidak diizinkan untuk berimigrasi ke Selandia Baru. Selain itu, dia juga menyalahkan kebijakan imigrasi Selandia Baru sebagai pemicu serangan teroris tersebut.

Peters menambahkan, saat ini seharusnya para pemimpin negara dan para pejabat di seluruh dunia mengampanyekan toleransi dan keterbukaan, sekaligus penghormatan terhadap semua agama.

"Pada akhirnya, semua ini adalah sebuah tragedi menyedihkan bagi kemanusiaan dan tugas kita para pemimpin dunia sekarang adalah memberikan keyakinan pada masyarakat tentang moderasi, toleransi dan menghargai semua agama," katanya.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak