alexametrics

PM Australia Turut Kecam Pernyataan Fraser Anning

loading...
PM Australia Turut Kecam Pernyataan Fraser Anning
PM Australia, Scott Morrison melemparkan kecaman atas pernyataan yang dibuat oleh Senator Australia, Fraser Anning terkait dengan penembakan Selandia Baru. Foto/Istimewa
A+ A-
CANBERA - Perdana Menteri Australia, Scott Morrison melalui akun Twitternya melemparkan kecaman atas pernyataan yang dibuat oleh Senator Australia, Fraser Anning terkait dengan penembakan Selandia Baru.

"Pernyataan oleh Senator Fraser Anning menyalahkan serangan pembunuhan oleh seorang teroris ekstrimis sayap kanan di Selandia Baru pada imigrasi adalah sesuatu yang menjijikkan. Pandangan itu tidak punya tempat di Australia, apalagi Parlemen Australia," kata Morrison, seperti dilansir Anadolu Agency pada Selasa (19/3).

Sementara itu, lebih dari satu juta orang telah menandatangani petisi yang berisis desakan agar Anning mundur atau "dipecat" sebagai Senator Australia. Petisi "Keluarkan Fraser Anning dari Parlemen" dimulai dichange.org, oleh ahli saraf lokal Kate Ahmad.



Petisi itu mengecam pernyataan anti-imigran Anning dan meminta pemerintah Australia untuk membantu menuntut pengunduran diri dari senator independen itu.

"Pandangan Senator Fraser Anning tidak memiliki tempat dalam pemerintahan negara demokrasi dan multikultural kami. Dalam batas-batas hukum Australia, kami meminta agar ia didorong untuk mengundurkan diri dari posisinya sebagai Senator, dan jika perlu, diselidiki oleh lembaga penegak hukum untuk mendukung terorisme sayap kanan," bunyi petisi tersebut.

Sebelumnya, Indonesia mengecam keras pernyataan Anning. Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi bahkan memanggil duta besar Australia untuk menyampaikan protes.

"Ini sesuatu yang kita kecam sangat keras. Tadi pagi, Menteri Luar Negeri telah memanggil Duta Besar Australia untuk Indonesia. Dalam pertemuan tersebut Menlu mengecam keras pernyataan Senator Australia. Disampaikan bahwa pernyataan tersebut menunjukan ketidakpengertian Senator tersebut mengenai Islam dan mengenai damainya agama Islam," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Arrmanantha Nassir.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak