alexametrics

Jamaah Salat Ucapkan 'Hello, Brother', Dijawab 3 Peluru Teroris

loading...
Jamaah Salat Ucapkan Hello, Brother, Dijawab 3 Peluru Teroris
Para petugas sedang menyelamatkan korban penembakan di sebuah masjid di Selandia Baru, Jumat (15/3/2019). Foto/REUTERS
A+ A-
CHRISTCHURCH - Satu di antara puluhan jamaah salat yang tewas dalam penembakan di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, sempat menyampaikan kata-kata terakhir untuk teroris yang menyerang. Korban mengucapkan sapaan santun kepada penembak tersebut, tapi dijawab dengan tembakan tiga peluru.

Menurut video live-streaming dari serangan yang kini telah dihapus Facebook dan YouTube, jamaah salat yang belum diketahui identitasnya itu mengatakan, "Hello, Brother (Halo Saudara)" kepada pria bersenjata yang mendekati pintu masuk Masjid Al-Noor di Christchurch Center.

Setidaknya 49 orang, termasuk anak-anak, tewas dalam serangan teroris yang menargetkan Masjid Al-Noor dan Masjid Linwood. Serangan berdarah berlangsung saat jamaah masjid sedang salat Jumat.



Polisi Selandia Baru mengatakan pada Sabtu (16/3/2019) pagi bahwa 42 orang masih dirawat karena luka-luka setelah serangan teroris tersebut. Dua dari mereka, termasuk seorang anak berusia empat tahun yang berada dalam kondisi kritis.

Empat tersangka telah ditahan polisi, termasuk tersangka utama Brenton Harrison Tarrant, 28, warga Australia. Tarrant telah dibawa ke pengadilan distrik Christchurch pagi ini dan didakwa melakukan pembunuhan. (Baca: Diadili, Teroris Brenton Tarrant Diteriaki 'Membusuklah di Neraka')

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern dan Perdana Menteri Australia Scott Morrison kompak menyebut penembakan mengerikan kemarin sebagai aksi teroris.

Beberapa pengguna media sosial memuji jamaah salat yang justru menyapa santun penyerangnya sebelum korban dibunuh.

"'Hello, Brother' adalah kata-kata terakhir dari korban pertama Selandia Baru. Ketika dia menghadapi senapan, kata-kata terakhirnya adalah kata-kata damai cinta tanpa syarat. Jangan katakan pada saya bahwa nir-kekerasan lemah atau pasifisme adalah pengecut," tulis pengguna akun Twitter @BookishBeachBum.

"'Hello, Brother', sepatah kata keluar dari jiwa murni yang dipenuhi dengan keyakinan damai. 'Hello, Brother' diucapkan kepada seorang pembunuh dengan senapan yang menunjuk ke salam ini. 'Hello, Brother', katanya, berpikir bahwa dia sedang berbicara dengan seorang manusia, dengan jiwa dan perasaan. 'Hello, Brother' ditembak mati," tulis pengguna akun @alharbiahmed10.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak