alexametrics

Korut Ancam Tunda Pembicaraan Nuklir, Ini Kata AS

loading...
Korut Ancam Tunda Pembicaraan Nuklir, Ini Kata AS
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo. Foto/Istimewa
A+ A-
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo mengatakan Washington ingin melanjutkan pembicaraan dengan Korea Utara (Korut). Ia juga berharap Kim Jong-un akan tetap berpegang pada janji untuk tidak melanjutkan uji coba nuklir dan rudal.

Hal itu diungkapkanya menanggapi pernyataan Wakil Menteri Luar Negeri Korut, Choe Son-hui. Choe menyalahkan pejabat tinggi AS atas gagalnya KTT Kim Jong-un dan Donald Trump di Hanoi. Ia bahkan menyebut diplomat AS seperti gangster.

Terkait hal itu, Pompeo mengatakan kepada wartawan bahwa itu bukan pertama kalinya ia dipanggil seperti gangster oleh Korut.



"Dan setelah itu kami terus melakukan percakapan yang sangat profesional. Saya memiliki setiap harapan kami akan dapat terus melakukan itu," ujarnya seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (16/3/2019).

Pompeo mengatakan dia telah mendengar pernyataan Choe, dan dia telah membuka kemungkinan bahwa perundingan akan dilanjutkan.

"Adalah keinginan pemerintah agar kami terus melakukan percakapan mengenai hal ini," kata Pompeo.

"Seperti yang dikatakan presiden ketika dia berada di Hanoi, tawaran yang mereka buat tidak naik ke tingkat yang dapat diterima, mengingat apa yang mereka minta sebagai gantinya," imbuhnya.

Dikatakan oleh Pompeo, Kim Jong-un telah berulang kali mengatakan kepada Trump tidak akan melanjutkan pengujian nuklir atau rudal.

"Itu kata Ketua Kim. Kami memiliki setiap harapan dia akan memenuhi komitmen itu,” ucapnya.

Sedangkan penasihat keamanan nasional John Bolton mengatakan bahwa dia telah mendengar pernyataan itu.

"Saya pikir itu tidak akurat," ujarnya.

Dia mengatakan telah berbicara dengan rekannya dari Korea Selatan (Korsel) tetapi ingin berkonsultasi dengan pejabat AS lain sebelum menanggapi lebih lanjut.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak