alexametrics

Ilmuwan Rusia Klaim Sudah Ciptakan 'Mesin Waktu'

loading...
Ilmuwan Rusia Klaim Sudah Ciptakan Mesin Waktu
Peter Capaldi (Dr Who) dan Jenna Coleman (Clara Oswald) mengunjungi Sydney jelang seri baru Dr Who. Foto ilustrasi/AAP/Nikki Short
A+ A-
MOSKOW - TARDIS (Time And Relative Dimension In Space) merupakan sebuah mesin waktu dalam serial televisi Doctor Who. Namun, para ilmuwan di Rusia mengklaim sudah menciptakan "mesin waktu" dalam kehidupan nyata.

Mesin waktu—hasil eksperimen dalam fisika kuantum—sejatinya menentang hukum termodinamika kedua, yang mengatur arah waktu dari masa lalu ke masa depan.

Para ahli di Moscow Institute of Physics & Technology (MIPT) telah melaporkan temuan dalam apa yang dianggap sebagai terobosan besar di lapangan. Mereka menyebutnya sebagai "mesin waktu" yang terdiri dari komputer kuantum dasar yang terbuat dari elektron "qubit" yang dapat dimodifikasi.



Fisikawan mengamati qubit yang bergeser mundur dalam waktu dari keadaan kacau ke keadaan tertata.

Efeknya disamakan dengan rak bola biliar yang pecah dan tersebar di sekitar meja dan kemudian berjalan secara terbalik untuk kembali ke keadaan semula dalam segitiga.

"Kami, secara buatan, telah menciptakan keadaan yang berevolusi ke arah yang berlawanan dengan panah termodinamika waktu," kata Dr Gordey Lesovik, peneliti utama dan kepala Laboratorium Fisika Informasi Quantum di MIPT, dikutip LeicesterLive, Kamis (14/3/2019).

"Mesin waktu" itu terdiri dari komputer kuantum dasar yang terbuat dari elektron "qubit". Itu adalah unit informasi yang dijelaskan oleh "satu", "nol", atau "superposisi" campuran keduanya.

Dalam percobaan pertama, qubit menjadi pola perubahan nol dan satu yang semakin kompleks, yang menciptakan kekacauan.

Program lain kemudian memodifikasi keadaan komputer untuk berevolusi "mundur" dari kekacauan ke keadaan tertata.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak