alexametrics

AS Siap Uji Coba Rudal Jelajah yang Dilarang Perjanjian INF

loading...
AS Siap Uji Coba Rudal Jelajah yang Dilarang Perjanjian INF
Rudal AGM-86B Cruise Missile era Perang Dingin saat dalam penerbangan. Foto/REUTERS
A+ A-
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) sedang bersiap untuk menguji coba rudal jelajah yang diluncurkan di darat dengan jangkauan sekitar 1.000 km (620 mil) pada Agustus mendatang. Rudal jenis ini masuk kategori senjata yang dilarang dalam Perjanjian Intermediate Nuclear Forces (INF) 1987 antara Amerika Serikat dan Rusia.

Perjanjian pencegah perang nuklir itu runtuh setelah bulan lalu Amerika Serikat mengumumkan penarikan dirinya dari traktat tersebut. Alasannya, Rusia telah melanggar perjanjian tersebut.

Sebaliknya, Rusia juga mengumumkan penagguhan perjanjian itu. Moskow membantah telah melanggar traktat itu dan menuduh balik Washington sebagai pelanggarnya.



"Kami akan menguji coba rudal jelajah yang diluncurkan di darat pada bulan Agustus," kata seorang pejabat senior Pentagon, yang menolak disebutkan namanya, seperti dikutip Reuters, Kamis (14/3/2019).

Jika uji coba rudal terlarang itu berhasil, maka misil tersebut bisa dikerahkan dalam waktu sekitar 18 bulan.

Pejabat Pentagon itu mengatakan Amerika Serikat juga akan menguji coba rudal balistik jarak menengah pada November. Menurutnya, kedua rudal yang akan diuji coba hanya berhulu ledak konvensional, bukan nuklir.

Perjanjian INF 1987 dinegosiasikan oleh Presiden Ronald Reagan dan mantan pemimpin Soviet Mikhail Gorbachev dan disahkan oleh Senat AS. Perjanjian itu memerintahkan kedua negara menghapus misil jelajah dan jarak menengah yang diluncurkan dari darat dengan jangkauan 500 hingga 5.000 km.

PBB telah mendesak Amerika Serikat dan Rusia untuk mempertahankan perjanjian itu, dengan alasan runtuhnya perjanjian itu akan membuat dunia lebih tidak aman dan tidak stabil.

Kingston Reif, seorang analis di Arms Control Association, sebuah kelompok nirlaba yang berupaya mempromosikan pemahaman publik dan dukungan untuk pengendalian senjata, mengatakan langkah AS dapat menjadi "sinyal" untuk mendorong Rusia agar kembali mematuhi Perjanjian INF.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak