alexametrics

Kasus Orang Kehilangan Kewarganegaraan Paling Terkenal

loading...
Kasus Orang Kehilangan Kewarganegaraan Paling Terkenal
Setiap orang yang resmi menyandang kewarganegaraan tertentu wajib menjalankan kewajiban sebagai warga negara. Meski demikian, seseorang juga bisa saja kehilangan kewarganegaraan karena berbagai sebab. Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
HUBUNGAN antara negara dan warga negara diikat oleh adanya kewajiban dan hak. Setiap orang yang resmi menyandang kewarganegaraan tertentu wajib menjalankan kewajiban sebagai warga negara. Mereka juga akan mendapatkan hak sebagai warga negara.

Meski demikian, seseorang juga bisa saja kehilangan kewarganegaraan karena berbagai sebab. Berikut kasus kehilangan kewarganegaraan paling menyedot perhatian di dunia.

1. Bobby Fischer (WN AS menjadi Islandia)
Kasus Orang Kehilangan Kewarganegaraan Paling Terkenal


Bobby Fischer adalah pecatur kelahiran Amerika Serikat (AS) yang pada akhir hayatnya bertempat tinggal dan menjadi warga negara (WN) Islandia. Ia adalah satu-satunya pecatur kelahiran AS yang pernah menjadi juara Catur Dunia (1972-1975).



Fischer juga dikenal karena sentiment anti-Amerikanya, anti imperialisme dan anti Semitisme meskipun ia sendiri beretnis Yahudi. Pada akhir kehidupannya, Bobby tinggal di Hongaria, Jerman, Filipina, dan Jepang. Pada 2004-2005, paspor Amerikanya dibekukan. Pemerintah Islandia memberikan kewarganegaraan kepadanya sejak 2005 sampai dirinya meninggal pada 18 Januari 2008

2. T.S. Eliot (WN AS menjadi Inggris)
Kasus Orang Kehilangan Kewarganegaraan Paling Terkenal


T.S. Eliot adalah salah satu penyair paling terkenal di abad ke-20, dan seorang raksasa sastra. Dia juga seorang tokoh budaya langka. Eliot berasal dari St. Louis dan menempuh pendidikan di Harvard serta menulis karya-karya penting pertamanya sebagai warga negara Amerika.

Di sisi lain, hampir seluruh kerjanya selesai di tanah Inggris. Ia menetap di negara itu segera setelah studinya rampung dan menjadi warga negara Inggris melalui naturalisasi pada 1927. Dalam prosesnya, ia kehilangan kewarganegaraan AS.

3. Yul Brynner (WN AS menjadi Swiss)
Kasus Orang Kehilangan Kewarganegaraan Paling Terkenal
Yul Brynner merupakan aktor berkebangsaan AS kelahiran Rusia yang menjadi terkenal sebagai Ramses II di film The Ten Commandments dan sebagai Chris Adams di The Magnificent Seven. Brynner menjadi warga negara AS lewat naturalisasi selama kariernya di era 1940-an dan 1950-an.
Berkat akar keluarga Swiss-nya, ia juga memperoleh kewarganegaraan ganda Swiss, tempat dia tinggal selama ini. Pada 1965, ia diberi tahu bahwa ia telah bekerja terlalu lama di AS. Sebagai akibatnya, ia telah kehilangan pembebasan pajaknya sebagai warga negara Amerika yang tinggal di luar negeri. Pada Juli 1965, dia menyerahkan paspor Amerika-nya di kedutaan AS di Zurich.

4. Gong Li dan Jet Li (WN China menjadi Singapura)
Kasus Orang Kehilangan Kewarganegaraan Paling Terkenal
Gong Li adalah salah satu bintang film terbesar di China. Pada 2008, ia menyedot perhatian ketika tiba-tiba bersumpah sebagai warga negara Singapura. Sejak 1996, Gong telah menikah dengan seorang pengusaha Singapura. Namun pemerintah China melihat ini sebagai pengkhianatan karena bagaimana pun Gong selama ini telah menjadi simbol industri film China.
Gong Li bukan bintang kelahiran China pertama yang kehilangan kewarganegaraannya. Selain dia, ada aktor seni bela diri Jet Li, yang membuang kewarganegaraan China-nya untuk menjadi warga negara AS. Kemudian, pada 2009, ia melepaskan kewarganegaraan AS untuk menjadi warga negara Singapura, diduga karena pendidikan anak-anaknya.

5. Ted Arison (WN AS menjadi Israel)
Kasus Orang Kehilangan Kewarganegaraan Paling Terkenal


Miliarder Ted Arison mungkin tidak seterkenal beberapa orang lain dalam daftar ini, tetapi kasus kewarganegaraannya tentu saja merupakan salah satu yang paling rumit dan diwarnai isu suap. Pada 1990, taipan industri kapal pesiar yang mendirikan Karnaval Pesiar ini secara tak terduga pindah dari Miami ke Israel dan menanggalkan kewarganegaraan Amerika-nya. Langkah ini oleh beberapa orang disebut sebagai upaya menghindari pajak.

Namun terlepas dari hal itu selama ini figur Arison dikenal sebagai seorang dermawan yang banyak melakukan aktivitas di Israel. Diperkirakan kepindahan kewarganegaraan itu dikaitkan dengan aktivitas filantrofinya itu.

6. Tina Turner (WN AS menjadi Swiss)
Kasus Orang Kehilangan Kewarganegaraan Paling Terkenal
Tina Turner mungkin seorang penyanyi ikonik Amerika, tetapi ini tidak berarti bahwa dia menganggap Amerika sangat ikonik. Kabar mengejutkan itu terjadi pada 2013 dimana penyanyi legendaris itu dikabarkan hidup tenang di Kuesnacht, Zurich, Swiss.
Rupanya Tina tinggal di sana sejak 1995 dan membuatnya ingin merubah kewarganegaraanya menjadi warga negara Swiss. Sebuah surat kabar Swiss bahkan menuliskan kalau penyanyi berusia 75 tahun ini sudah disetujui kewarganegaraannya. Tina sudah melalui tes kependudukan lokal dan wawancara.

7. John Huston (WN AS menjadi Irlandia)

Kasus Orang Kehilangan Kewarganegaraan Paling Terkenal


Keputusan John Huston, sutradara terkenal dan ayah aktris Anjelica Huston melepaskan kewarganegaraan Amerika Serikatnya demi kewarganegaraan Irlandia pada 1964 hingga kini masih menjadi tanda tanya. Huston dan keluarganya telah tinggal di negara itu selama beberapa waktu.

Huston membantah kepindahan kewarganegaraannya itu berhubungan dengan preferensi pribadi yakni menghindari tarif pajak penghasilan 80-90% ketika masih di AS. Namun bantahan Huston sepertinya sia-sia. Pasalnya pada 1969, Menteri Keuangan Irlandia Charles Haughey telah mengesahkan peraturan bahwa semua seniman di Irlandia dibebaskan dari pajak penghasilan. Dan kepindahan Huston diisukan karena kebijakan ini.

8. Terry Gilliam (WN AS menjadi Inggris)
Kasus Orang Kehilangan Kewarganegaraan Paling Terkenal
Terrence Vance Gilliam adalah penulis skenario, sutradara, animator, aktor, komedian, dan mantan anggota rombongan komedi “Monty Python” kelahiran AS. Gilliam telah menyutradarai 12 film fitur.
Ia menjadi subjek Inggris yang dinaturalisasi pada 1968 dan secara resmi meninggalkan kewarganegaraan Amerikanya pada 2006. Ia beralasan menanggalkan kewarganegaraan AS adalah iklim politik yang semakin buruk dari negara kelahirannya itu.

9. Gerard Depardieu (WN Prancis menjadi Rusia)
Kasus Orang Kehilangan Kewarganegaraan Paling Terkenal


Aktor ternama Prancis, Gerard Depardieu pada 2013 memilih jadi warga negara Rusia sekaligus menanggalkan kewarganegaraan Prancis-nya karena kecewa atas tingkat pajak baru sebesar 75% bagi para jutawan di negeri Menara Eiffel ini. Sebelumnya Depardieu telah bertemu Presiden Vladimir Putin dan mendapat kewarganegaraan Rusia.

Putin secara terbuka memberi Depardieu kewarganegaraan setelah aktor itu menyatakan kecewa atas tingkat pajak baru sebesar 75% bagi jutawan Prancis. Di Rusia, rakyat membayar pajak rata rata 13%. Depardieu antara lain tampil dalam film seperti "Green Card" dan "Cyrano de Bergerac.

10. Mehran Karimi Nasseri (Diusir Iran, terdampar di bandara Prancis selama 17 tahun)
Kasus Orang Kehilangan Kewarganegaraan Paling Terkenal


Karena aktivitas politiknya, dia diusir dari Iran pada 1977. Nasseri mengungsi ke Eropa, dan meminta suaka di beberapa negara Eropa, namun ditolak. Empat tahun kemudian, dia mendapat status 'pengungsi' dari UNHCR.

Enam tahun tinggal di Belgia, dia lantas berangkat ke Inggris dari Belgia naik kereta melalui Paris. Di kereta, dia dirampok, tas yang berisi dokumen keimigrasian dan surat keterangan pengungsi dari UNHCR hilang.

Sampai di Bandara Charles de Gaulle, anehnya, otoritas bandara tetap mengizinkannya terbang ke Inggris. Di Bandara Heathrow, London, Nasseri ditolak masuk karena tak memiliki dokumen imigrasi. Nasseri dideportasi lagi dari Inggris ke Prancis. Di Prancis, Nasseri juga dilarang masuk. Jadilah, dia terdampar di Terminal Satu Bandara Charles de Gaulle hingga 17 tahun lamanya. (Wahyono)

Sumber: www.listverse.com
(poe)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak