alexametrics

Pakar HAM Desak Indonesia Selidiki Penggunaan Ular Saat Interogasi

loading...
Pakar HAM Desak Indonesia Selidiki Penggunaan Ular Saat Interogasi
Cuplikan video pria yang advokasi kemerdekaan Papua Barat diteror dengan ular hidup oleh aparat polisi di Jayawijaya, Indonesia. Pria itu ditangkap atas tuduhan pencurian. Foto/ABC.net.au
A+ A-
JENEWA - Para pakar hak asasi manusia (HAM) mendesak Indonesia untuk menyelidiki tudingan kekerasan oleh polisi dan militer di Papua. Hal itu muncul setelah beredar video yang menunjukkan seorang perwira polisi menggunakan ular hidup untuk mengintimidasi tersangka saat diinterogasi.

"Kami mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah-langkah mendesak guna mencegah penggunaan kekuatan yang berlebihan oleh polisi dan pejabat militer yang terlibat dalam penegakan hukum di Papua," kata para ahli.

"Kami juga sangat prihatin tentang apa yang tampaknya menjadi budaya impunitas dan kurangnya investigasi terhadap dugaan pelanggaran hak asasi manusia di Papua," sambung mereka dalam sebuah pernyataan.



"Warga Papua telah diperlakukan dengan cara yang kejam, tidak manusiawi dan merendahkan," tambah para ahli, yang mencakup beberapa pelapor khusus tentang adat dan hak asasi manusia seperti dikutip dari Reuters, Jumat (22/2/2019).

Polisi di Papua memicu kemarahan bulan ini dengan menggantungkan ular di leher tersangka untuk membujuknya agar mengaku melakukan pencurian.

Sebuah video yang beredar online menunjukkan seorang pria ditanyai tentang ponsel yang dicurinya sambil duduk dengan tangan tertambat di belakang, berteriak dengan sedih ketika seorang perwira mendorong ular ke wajahnya.

Pihak kepolisian sejak itu meminta maaf dan menjanjikan tindakan disipliner terhadap anggotanya.

Baca juga: Pakai Ular, Polisi RI Teror Pria Pengadvokasi Kemerdekaan Papua Barat

"Kasus tersebut mencerminkan pola kekerasan yang meluas, dugaan penangkapan dan penahanan sewenang-wenang, serta metode penyiksaan yang digunakan oleh polisi dan militer Indonesia di Papua,” tambah para ahli.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak