alexametrics

Denuklirisasi Korut, Trump Tidak Ingin Terburu-buru

loading...
Denuklirisasi Korut, Trump Tidak Ingin Terburu-buru
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak memiliki tenggat waktu bagi Korea Utara (Korut) mengakhiri program nuklirnya. Foto/Istimewa
A+ A-
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan ia ingin Korea Utara (Korut) mengakhiri program nuklirnya. Namun, ia tidak ingin terburu-buru dan tidak mempunyai tenggat waktu bagi Pyongyang untuk melakukan denuklirisasi.

Berbicara kepada wartawan di acara Gedung Putih, Trump mengatakan bahwa jika Korut tidak melakukan uji coba nuklir, maka ia tidak terburu-buru untuk mencapai salah satu tujuan kebijakan luar negerinya meyakinkan negara itu untuk meninggalkan senjata nuklir. Sementara itu sanksi terhadap negara Asia timur itu akan tetap diberlakukan dan mencatat Pyongyang belum melakukan uji coba nuklir atau roket baru-baru ini.

"Banyak media ingin mengatakan: 'Apa yang terjadi? Cepat, cepat, cepat.' Jangan terburu-buru. Kami akan mengadakan pertemuan. Kami akan melihat apa yang terjadi. Saya pikir pada akhirnya kami akan sangat sukses," ujar Trump seperti dilansir dari VOA, Rabu (20/2/2019).



Trump mengatakan sekarangan ada banyak pemikiran yang rasional dari Pyongyang. Pernyataan Trump ini berbanding terbalik pada awal pemerintahannya ketika ia mengancam akan melepaskan tembakan dengan penuh kemarahan pada Korut dan meremehkan Kim Jong-un dengan menyebutnya sebagai manusia roket.

Trump menekankan bahwa selama Jong-un mempertahankan moratorium pengujian senjata nuklirnya: "Saya tidak terburu-buru. Jika ada pengujian, itu kesepakatan lain."

Trump akan bertemu dengan pemimpin Korut Kim Jong-un untuk kedua kalinya pada 27 dan 28 Februari di Vietnam. Pertemuan ini adalah tindak lanjut dari pertemuan mereka di Singapura pada bulan Juni tahun lalu yang dinilai sejumlah kritikus tidak menghasilkan apa-apa selain jabat tangan yang bersejarah.

"Saya pikir banyak yang bisa datang darinya. Setidaknya saya harap denuklirisasi pada akhirnya," tukas Trump kepada wartawan di Kantor Oval, menyatakan hubungannya dengan Jong-un sebagai "sangat kuat."
(ian)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak