alexametrics

McCabe: Trump Percaya Putin daripada Intelijen AS soal Nuklir Korut

loading...
McCabe: Trump Percaya Putin daripada Intelijen AS soal Nuklir Korut
Mantan pelaksana tugas direktur FBI Amerika Serikat Andrew McCabe. Foto/Twitter @60Minutes
A+ A-
WASHINGTON - Mantan pelaksana tugas direktur FBI Andrew McCabe mengklaim bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump lebih mempercayai Presiden Rusia Vladimir Putin daripada dinas intelijen negaranya sendiri ketika menyangkut kemampuan nuklir Korea Utara (Korut). Hal itu diungkap McCabe di program stasiun televisi "60 Minutes", hari Minggu.

"Pada dasarnya, presiden mengatakan dia tidak percaya bahwa Korea Utara memiliki kemampuan untuk memukul kami di sini di Amerika Serikat dengan rudal balistik," kata McCabe kepada koresponden Scott Pelley.

"Dan dia tidak percaya itu karena Presiden Putin mengatakan kepadanya bahwa mereka (Korut) tidak (memiliki kemampuan itu). Presiden Putin mengatakan kepadanya bahwa Korea Utara tidak benar-benar memiliki rudal itu," lanjut McCabe, dikutip USA Today, Senin (18/2/2019).



"Ketika dia diberi tahu bahwa intelijen AS berpikir sebaliknya, McCabe mengklaim bahwa Trump menjawab; 'Saya tidak peduli. Saya percaya Putin'," paparnya. "Itu hanya hal yang mengejutkan untuk dikatakan," imbuh McCabe kepada Pelley.

"Untuk menghabiskan waktu dan upaya serta energi yang kita semua lakukan dalam komunitas intelijen untuk menghasilkan produk yang akan membantu para pembuat keputusan dan pembuat keputusan akhir, Presiden Amerika Serikat, dan dihadapkan dengan ketidakpercayaan mutlak dalam upaya-upaya itu dan keengganan untuk mempelajari keadaan sebenarnya yang harus dia tangani setiap hari sungguh mengejutkan," kata McCabe.

Sementara itu, Trump merespons dengan marah di Twitter atas apa yang disampaikan mantan pelaksana tugas direktur FBI itu.

"PelaksanaDirektur FBI yang memalukan Andrew McCabe berpura-pura menjadi 'malaikat kecil yang malang' padahal sebenarnya dia adalah bagian besar dari 'Skandal Hillary & the Russia Hoax'. Laporan tentang McCabe sangat menghancurkan. Bagian dari 'polis asuransi' jika saya menang," tulis Trump di Twitter.

"McCabe adalah aib bagi FBI dan aib bagi negara kita. Buat Amerika hebat lagi!," lanjut Trump.

McCabe dalam program televisi itu juga mengatakan bahwa FBI memiliki alasan yang bagus untuk membuka penyelidikan kontra-intelijen mengenai apakah Trump bersekutu dengan Rusia. Alasannya, menyangkut ancaman keamanan nasional menyusul pemecatan bos FBI James Comey pada Mei 2017 karena meluncurkan penyelidikan tersebut.

"Dan idenya adalah, jika presiden menghalangai keadilan, memecat direktur FBI untuk memberikan dampak negatif atau untuk menghentikan penyelidikan kami terhadap aktivitas memfitnah (oleh) Rusia dan mungkin untuk mendukung kampanyenya, sebagai penyelidik kontra intelijen Anda harus tanyakan pada diri sendiri, 'Mengapa seorang presiden Amerika Serikat melakukan itu?'," kata McCabe.

"Jadi semua fakta yang sama itu menyebabkan kita bertanya-tanya apakah ada hubungan yang tidak pantas, hubungan antara presiden ini dan musuh kita yang paling menakutkan, pemerintah Rusia?," imbuh dia.

Ditanya apakah Wakil Jaksa Agung Rod Rosenstein berada di atas dengan penyelidikan obstruksi dan kontra intelijen, McCabe menjawab: "Tentu saja."

Seorang juru bicara Departemen Kehakiman menolak memberikan komentar pada Minggu malam.

McCabe mengatakan bahwa ketika Trump mengatakan kepada Rosenstein untuk menuliskan kekhawatirannya tentang Comey—sebuah dokumen yang pada awalnya dijadikan Gedung Putih sebagai alasan untuk pemecatannya—presiden secara eksplisit memintanya untuk merujuk ke Rusia.

Rosenstein tidak mau, kata McCabe, dan memo yang dipublikasikan untuk pemberhentian Comey tidak menyebutkan Rusia dan sebaliknya berfokus pada penanganan Comey dari penyelidikan server email Hillary Clinton.

Tindakan-tindakan itu, termasuk permintaan terpisah oleh Trump bahwa FBI mengakhiri penyelidikan terhadap penasihat nasional pertamanya, Michael Flynn, membuat FBI khawatir bahwa presiden secara ilegal berusaha menghalangi penyelidikan terhadap Rusia.

"Secara keseluruhan, keadaan ini adalah fakta yang dapat diartikulasikan yang mengindikasikan bahwa suatu kejahatan mungkin telah dilakukan," kata McCabe. "Presiden mungkin terlibat dalam penghalang keadilan dalam pemecatan James Comey."

McCabe dipecat pada Maret 2018 oleh Jeff Sessions setelah McCabe merilis informasi ke media tanpa otorisasi. "Saya yakin saya dipecat karena saya membuka kasus terhadap presiden Amerika Serikat," katanya.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak