alexametrics

Pesawat Militer AS Mendarat Dekat Perbatasan Venezuela

loading...
Pesawat Militer AS Mendarat Dekat Perbatasan Venezuela
Pesawat militer AS yang membawa bantuan kemanusiaan mendarat di dekat perbatasan Venezuela. Foto/Istimewa
A+ A-
CUCUTA - Militer Amerika Serikat (AS) mengangkut berton-ton bantuan kemanusiaan ke kota Kolombia di perbatasan Venezuela. Ini sebagai bagian dari upaya yang dimaksudkan untuk melemahkan Presiden sosialis Nicolas Maduro dan mendukung saingannya untuk kepemimpinan negara di Amerika Serlatan itu.

Dua dari tiga pesawat kargo C-17 Angkatan Udara dijadwalkan lepas landas dari Pangkalan Cadangan Udara Homestead di Florida telah mendarat di Cucuta. Kota perbatasan itu, yang dibanjiri oleh migran dari Venezuela, adalah tempat pengumpulan bantuan yang seharusnya didistribusikan oleh para pendukung Juan Guaido, pemimpin perlemen yang diakui oleh AS dan banyak negara lain sebagai presiden sah Venezuela. Dia telah meminta bantuan.

"Ini bukan yang pertama, dan itu bukan yang terakhir," kata Administrator USAID Mark Green, berdiri di landasan Cucuta pada sebuah upacara untuk menerima bantuan.



"Bantuan Lebih banyak dalam perjalan," imbuhnya seperti dilansir dari AP, Minggu (17/2/2019).

Sebelumnya pesawat komersial telah digunakan untuk pengiriman bantuan, yang bertujuan mendramatisasi krisis ekonomi,

Pesawat komersial telah digunakan untuk pengiriman bantuan sebelumnya, yang bertujuan mendramatisasi krisis ekonomi - termasuk hiperinflasi dan kekurangan makanan dan obat-obatan - mencengkeram Venezuela. Para kritikus mengatakan pemilihan ulang tahun lalu adalah penipuan, menjadikan masa jabatan kedua Maduro ilegal.

"Kami menyelamatkan hidup dengan pesawat-pesawat ini," kata Lestor Toledo, seorang politisi di pengasingan yang mengoordinasikan upaya bantuan internasional untuk Guaido.

Maduro telah menggunakan militer, yang tetap setia kepadanya, untuk membantunya memblokir bantuan memasuki Venezuela. Maduro menggambarkannya sebagai "remah-remah" dari pemerintah AS yang pembatasannya telah melucuti kontrol pemerintahannya atas banyak asetnya yang paling berharga.

"Mereka menggantung kami, mencuri uang kami dan kemudian berkata 'ini, ambil remah-remah ini' dan buat pertunjukan global darinya," kata Maduro kepada The Associated Press, Kamis lalu.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak