Perundingan Damai Israel-Hamas Berhenti, Beda Paham soal Definisi Akhir Perang

Minggu, 19 Mei 2024 - 06:09 WIB
loading...
Perundingan Damai Israel-Hamas...
Para tentara Zionis Israel menginvasi Gaza, Palestina. Perundingan damai Israel-Hamas berhenti karena keduanya beda paham soal definisi akhir perang. Foto/REUTERS
A A A
TEL AVIV - Perundingan untuk perdamaian antara Israel dan Hamas berhenti karena perbedaan pendapat besar.

Mengutip dari laporan surat kabar Haaretz, Minggu (19/5/2024), ada kebuntuan dalam pembicaraan yang dimediasi oleh Qatar dan Mesir.

Perang di Gaza pecah sejak 7 Oktober 2023 setelah Hamas melancarkan serangan mematikan ke wilayah Israel selatan, yang menurut rezim Zionis, menewaskan sekitar 1.200 orang dan ratusan lainnya disandera. Israel kemudian menginvasi Gaza tanpa pandang bulu, yang menurut Kementerian Kesehatan Gaza, menewaskan lebih dari 35.000 warga Palestina dan hampir 80.000 lainnyan menderita luka-luka.

Meskipun para perantara Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat (AS) selama berbulan-bulan berusaha membuat kedua pihak yang bertikai menyetujui gencatan senjata, sejauh ini upaya tersebut tampaknya tidak membuahkan hasil.

Baca Juga: Pasukan Israel Kepung Total Beit Hanoun di Gaza Utara, Tak Ada Makanan dan Air

Dalam laporannya, stasiun televisi Kan mengatakan: “Negosiasi tidak terjadi saat ini karena Mesir dan Qatar telah mengambil posisi Hamas.”

Menurut media Israel tersebut, para mediator menyarankan untuk melakukan gencatan senjata dengan imbalan pembebasan sandera.

Kan mengutip sumber anonim yang mengatakan bahwa ada perbedaan pendapat besar antara kelompok perlawanan Palestina tersebut dan Israel, terutama mengenai bagaimana masing-masing kelompok mendefinisikan “akhir perang”.

Pertentangan besar lainnya, lanjut laporan stasiun televisi tersebut, adalah penolakan Israel untuk membebaskan militan Hamas yang dipenjara tanpa syarat atas permintaan kelompok perlawanan Palestina tersebut.

Surat kabar Haaretz, mengutip sumber asing yang tidak disebutkan namanya yang mengetahui perundingan tersebut, juga melaporkan bahwa perundingan tersebut saat ini menemui jalan buntu, dan tidak ada kemajuan.

Pada Selasa lalu, Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mengungkapkan bahwa beberapa minggu terakhir telah terjadi beberapa momentum yang meningkat. “Namun sayangnya segala sesuatunya tidak bergerak ke arah yang benar,” katanya.

“Saat ini kita dalam status hampir menemui jalan buntu,” ujarnya.

“Ada satu pihak yang ingin mengakhiri perang dan kemudian membicarakan tentang para sandera, dan ada pihak lain yang menginginkan para sandera dan ingin melanjutkan perang,” paparnya.

Dia memperingatkan bahwa hanya ada sedikit harapan untuk kemajuan kecuali Israel dan Hamas sepakat mengenai masalah mendasar tersebut.

Pemimpin Qatar itu juga mempertanyakan apakah Israel berupaya mengakhiri permusuhan dengan itikad baik.

“Saya tidak berpikir mereka mempertimbangkan hal ini sebagai sebuah pilihan…bahkan ketika kita sedang membicarakan kesepakatan dan mengarah pada potensi gencatan senjata,” katanya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Iran Jawab Ancaman Trump:...
Iran Jawab Ancaman Trump: AS Sebaiknya Berhati-hati!
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Catat! Biaya Visa Masuk...
Catat! Biaya Visa Masuk Jepang Naik 5 Kali Lipat, Jadi Rp1,7 Juta
Rekomendasi
Mau Nyaman Liburan ke...
Mau Nyaman Liburan ke Bali? Perhatikan Ini Sebelum Memilih Tour Wisata
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN...
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN Gandeng LPDP Kirim Mahasiswa ke China
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved