alexametrics

Seorang Mantan Bintang Porno Jadi Caleg Partai Anti-Pornografi

loading...
Seorang Mantan Bintang Porno Jadi Caleg Partai Anti-Pornografi
Jasmin Maeder, 29, seorang mantan bintang film dewasa maju jadi calon anggota legislatif dari Partai Nasionalis Swiss (PNOS) yang sangat anti-pornografi. Foto/Facebook Maeder Jasmin
A+ A-
ZURICH - Seorang mantan bintang film dewasa menjadi calon anggota legislatif (caleg) di Swiss. Ironisnya, dia maju dari Partai Nasionalis Swiss (PNOS) yang sangat menentang pornografi.

Jasmin Maeder, 29, pernah jadi bintang film dewasa berperingkat X. Perempuan seksi itu mengumumkan bahwa ia mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Nasional Federal Swiss untuk Majelis Rendah kanton Zurich.

Maeder berdalih, masa lalunya "tidak relevan" dengan karier politiknya. Menurutnya, dia hanya mencalonkan diri untuk jabatan yang akan mengubah sesuatu di Swiss.



PNOS dikenal sebagai partai kontroversial. Selain sangat menentang pornografi, partai sayap kanan itu digambarkan media setempat sebagai "neo-Nazi". Polisi Federal Swiss bahkan mengklasifikasikan partai itu sebagai ekstremis.

"Terserah pada Anda untuk mengubah sesuatu. Anda tahu pendapat dan sikap saya...saya mengandalkan dukungan Anda ”, tulis dia di Facebook.

Maeder, yang diangkat sebagai ketua partai di Zurich pada musim semi 2017, pernah mengambil bagian dalam enam film berperingkat X ketika ia baru berusia 18 tahun dengan nama lain atau alias "Cleopatra".

Mantan bintang porno itu mengakui bahwa dia naif ketika dia setuju untuk tampil dalam film dewasa seperti "Perverse Games with Teeny Cleopatra", dan mengatakan bahwa dia tidak punya masalah untuk mewakili partai meskipun partai itu bersikap anti-pornografi.

Maeder yakin bahwa masa lalunya tidak akan membingungkan para pemilih karena pada akhirnya hampir semua orang dewasa mengonsumsi pornografi. Sadar bahwa PNOS menganggap serius masalah pornografi, Maeder memberi tahu presiden partai, Dominic Lüthard, tentang masa lalunya yang kontroversial.

"Kami sudah memperhitungkan bahwa film-film itu cepat atau lambat akan menemukan jalan untuk publik," kata Lüthard, dikutip Sputnik, Sabtu (16/1/2019).
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak